PDAM Bantah Sebabkan Longsor Km 11

Balikpapan — Tudingan keberadaan pipa PDAM menjadi penyebab terjadinya longsor di akses jalan Soekarno Hatta Km 11 Karang Joang, Balikpapan Utara dibantah langsung oleh Direktur Utama PDAM Balikpapan, Haidir Effendi, saat rilis akhir tahun di kantor Walikota, Senin (28/12) siang.

Haidir memastikan, jika keberadaan pipa PDAM bukan salah satu penyebab jalan di kawasan tersebut longsong. Saat ini pipa PDAM yang berfungsi bukan berada di kanan jalan tapi di kiri jalan dari arah Balikpapan ke Samarinda.

“Dulu memang pipa PDAM ada dijalur kanan jalan, tapi setelah sering ada kejadian longsor dibeberapa titik jalan Soekarno Hatta secara bertahap pipa PDAM kami pindahkan ke sebelah kiri jalan,” jelas Haidir Effendi saat rilis akhir tahun, Senin (28/12/2020).

Adapun pemindahan pipa tersebut dikatakan Haidir sudah jauh-jauh hari dilakukan sebelum jalan di Km 11 longsor yakni melakukan proses crosing pipa dari waduk manggar Km 12 ke kiri jalan.

“Crosing pipa dari waduk itu sudah kami lakukan dan posisinya di dekat puskesmas Karang Joang,” ujarnya.

Selain itu indikator lainnya juga bisa dilihat dari pemukiman warga disekitar kawasan jalan Km 11 yang longsor masih teraliri air bersih dari PDAM yang berarti pelayanan masih dirasakan warga sekitar.

“Tidak ada penyetopan air bersih di kawasan itu, karena memang pengerjaan perbaikan jalan tidak menggangu fasilitas pipa PDAM,” tandasnya meyakinkan.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan Andi Yusri Ramli mengaku jika kondisi kerusakan jalan di Km 11, dipengaruhi oleh kondisi tanah di Balikpapan ini cenderung labil, sehingga banyak titik jalan yang tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas di atasnya.

“Jauh sebelum longsor di Km 11, akses jalan longsor juga pernah terjadi di Km 3 dan Km 5,” aku Yusri.

Yusri menjelaskan, status jalan Soekarno-Hatta merupakan jalan nasional, sehingga kalau mengalami kerusakan atau longsor, pemerintah kota tidak bisa mengambil langkah perbaikan.

“Karena statusnya jalan nasional jadi kami di DPU Balikpapan juga akan kesulitan jika menggunakan anggaran dari APBD Kota, kalau pun ada kerusakan secara otomatis akan ditangani Direktorat Jenderal Bina Marga,” tutupnya. (ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *