Pembinaan Atlet Tak Boleh Terganggu, Caretaker MI Kutim Percepat Penataan Organisasi Jelang Porprov

Kutai Timur – Persiapan atlet Muaythai Indonesia (MI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur menjadi perhatian utama di tengah proses penataan organisasi.
Setelah kepengurusan MI Kutim sebelumnya dibekukan, caretaker yang ditunjuk bergerak cepat untuk memastikan dinamika organisasi tidak memberikan dampak terhadap program pembinaan dan persiapan atlet.
Keberlanjutan latihan menjadi prioritas utama. Sebab, atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kutai Timur di ajang Porprov telah menjalani proses pembinaan dalam waktu yang tidak singkat.
Caretaker MI Kutim, Carolina Laoh menegaskan, persoalan organisasi tidak boleh menjadi alasan terhambatnya persiapan para atlet.
“Kami tidak ingin persoalan organisasi berdampak terhadap para atlet. Saat ini yang menjadi perhatian utama kami adalah memastikan program pembinaan dan persiapan atlet menuju Porprov VIII Kalimantan Timur tetap berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, para atlet harus tetap mendapatkan kepastian selama proses transisi kepengurusan berlangsung. Baik terkait program latihan, pendampingan pelatih maupun kebutuhan administrasi menuju pelaksanaan Porprov VIII Kaltim.
“Organisasi boleh berada dalam masa transisi, tetapi pembinaan atlet tidak boleh berhenti. Atlet harus tetap mendapatkan kepastian, mulai dari program latihan, pendampingan pelatih hingga kebutuhan administrasi untuk menghadapi Porprov,” tegasnya.
Proses penataan organisasi tersebut dilakukan menyusul diterbitkannya Surat Keputusan (SK) pembekuan terhadap kepengurusan MI Kutai Timur sebelumnya oleh Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Kalimantan Timur.
Dalam masa transisi tersebut, caretaker memiliki tanggung jawab untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan sembari mempersiapkan pembentukan kepengurusan baru yang definitif.
Menjelang Porprov VIII Kaltim, sejumlah agenda penting pun harus segera diselesaikan. Mulai dari pendataan atlet, koordinasi dengan pelatih, penyusunan agenda pembinaan hingga penyelesaian kebutuhan administrasi.
Carolina Laoh menyatakan akan segera melakukan konsolidasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan cabang olahraga Muaythai di Kutai Timur.
“Prioritas kami adalah menata organisasi secepat mungkin dan mempersiapkan terbentuknya kepengurusan definitif. Namun selama proses itu berjalan, kami memastikan roda organisasi dan pembinaan atlet tetap berjalan,” tegasnya.(Adv/*/KK)
