Pesan Bilik Disinfektan Portabel, Dinkes Kutim Sterilkan Akses Instalasi Khusus COVID-19 RSUD Kudungga
Sangatta (Kutim)- Sebagai salah satu Rumah Sakit (RS) rujukan dalam penanganan pendemik Virus Corona atau Corona Virus Disease 19 (COVID-19), saat ini RSUD Kudungga Kutim tengah menangani 7 orang pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kini menjalani proses rawat inap di instalasi khusus penanganan COVID-19. Karenanya, sebagai upaya untuk menjaga kesterilan instalasi dan mencegah penyebaran dan penularan wabah COVID-19 di RSUD Kudungga Kutim, saat ini Dinas Kesehatan Kutim telah memesan bilik disinfektan portabel, buatan lokal atau produksi asli pemuda Kutim. Demikian diungkapkan Kepala Dinkes Kutim, dr. Bahrani Hasanal saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/3/2020)
“Kami memang sudah memesan bilik disinfektan portabel. Nantinya bilik ini akan dipasang di pintu keluar-masuk akses menuju ruang instalasi khusus penanganan COVID-19 di RSUD Kudungga. Sehingga diharapkan minimal mampu membunuh bakteri dan virus yang bisa saja terbawa oleh tenaga medis yang setiap harinya keluar-masuk melakukan penanganan pasien rawat inap dengan indikasi diagnosa COVID-19,” ujar Bahrani.
Lanjut Bahrani, untuk satu unit bilik disinfektan portabel yang sudah dipesan Dinkes Kutim, dibandrol dari produsen dengan harga Rp 12,5 juta. Sedangkan pihaknya kini sudah memesan 5 unit bilik disinfektan portabel. Pada awalnya Dinkes Kutim ingin memesan bilik disinfektan portabel dari Jakarta. Namun karena ternyata ada kelompok pemuda asal Kutim yang bisa membuat bilik disinfektan portabel ini, maka pihaknya lebih memilih memesan produk lokal. Selain itu, lamanya proses pemesanan dari Jakarta serta harganya cukup mahal karena tingginya ongkos kirim dari pulau Jawa.
“Jika ada warga lokal yang bisa membuat sendiri (bilik disinfektan portabel, red) kenapa harus memesan dari Jawa. Harga jualnya juga tidak jauh beda, hanya saja karena Ongkir (ongkos kirim, red) dari Jawa lebih tinggi, jadi harga otomatis lebih mahal. Belum lagi proses pengirimannya. Kami sudah memesan 5 unit (bilik disinfektan portabel, red). Harga satuannya Rp 12,5 juta,” terangnya.
Selain dipasang pada jalur keluar-masuk akses instalasi khusus penanganan COVID-19 RSUD Kudungga, sisanya akan dipasang di sejumlah fasilitas umum dan kesehatan di Sangatta. Seperti pada UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sangatta Utara, serta Fasum lainnya.
“Selain di RSUD Kudungga, bilik disinfektan portabel ini kita pasang juga di sejumlah fasilitas umum dan kesehatan. Sementara untuk di Kota Sangatta terlebih dahulu, sisanya menyusul. Diutamakan di UPT Puskesmas Sangatta Utara, dan beberapa fasum lainnya,” ucap Bahrani. (ibn/ Adv-Kominfo)
