Bea Cukai Balikpapan Pastikan Kepulangan Jemaah Haji 2025 Berjalan Lancar

BALIKPAPAN — Bea Cukai Balikpapan menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran proses kepulangan jemaah haji melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Melalui pembentukan Tim Kedatangan Haji, instansi ini memastikan seluruh prosedur kepabeanan dan fasilitas fiskal bagi jemaah berjalan optimal.

Koordinator Tim Kedatangan Haji Bea Cukai Balikpapan, Ardi Syah Reza, menjelaskan bahwa tim ini bertugas sejak kedatangan Kloter 1 pada 16 Juni 2025 pukul 23.13 Wita yang membawa 360 jemaah, hingga kedatangan kloter terakhir. Penyambutan resmi dilakukan pada Kloter 2 tanggal 18 Juni 2025 dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. H. Seno Aji, M.Si., yang menyambut langsung sekitar 365 jemaah di Embarkasi Balikpapan.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Balikpapan, Sagita Tirta Gunawan, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada jemaah dalam membawa barang dari Tanah Suci.

“Tim Kedatangan Haji kami bentuk untuk memastikan seluruh prosedur kepabeanan berjalan lancar dan tertib. Fasilitas fiskal diberikan agar jemaah tidak terbebani dan dapat fokus menjalankan ibadah,” ujarnya.

Bea Cukai Balikpapan juga mengedukasi jemaah mengenai fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI), sebagaimana diatur dalam PMK 4/2025 dan PMK 34/2025.

Berdasarkan aturan tersebut, jemaah haji reguler mendapat pembebasan penuh atas barang bawaan pribadi. Sementara itu, jemaah haji khusus memperoleh pembebasan hingga nilai barang maksimal USD 2.500. Untuk barang kiriman, jemaah diberikan pembebasan sebanyak dua kali pengiriman dengan total nilai hingga USD 1.500 per musim haji.

Embarkasi Haji Balikpapan tahun ini melayani lebih dari 5.700 jemaah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Namun, enam jemaah dilaporkan wafat selama menjalankan ibadah haji.

Bea Cukai Balikpapan bersinergi dengan sejumlah instansi, antara lain Kementerian Agama Kaltim, Imigrasi, Karantina, Angkasa Pura, serta TNI dan Polri, guna memastikan pelayanan kepulangan jemaah berjalan aman dan nyaman. (Man)