Darurat Sampah, Camat Balteng Tekankan Peran Rumah Tangga sebagai Garda Terdepan

BALIKPAPAN – Volume sampah di Kota Balikpapan terus meningkat drastis, dengan rata-rata 500 ton per hari masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar. Kondisi ini sudah melampaui kapasitas, sehingga pemerintah mengingatkan pentingnya peran warga sejak dari rumah tangga.

Hal tersebut ditegaskan Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, saat membuka Rapat Koordinasi bersama ratusan Ketua RT se-Balikpapan Tengah, Rabu (17/9), di Hotel Grand Tiga Mustika.

“Jumlah penduduk kita sudah 700–800 ribu jiwa, bahkan bisa mendekati 1 juta jika dihitung yang belum terdata. Setiap hari, ratusan ton sampah menumpuk di TPA. Jika tidak ada kesadaran memilah dari rumah, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai,” tegas Agung.

Menurutnya, Ketua RT memiliki peran vital sebagai ujung tombak pemerintah dalam mengedukasi warganya. Ia pun mengapresiasi inisiatif sejumlah RT yang telah mendirikan bank sampah maupun mengelola kompos rumahan, karena terbukti mampu mengurangi beban TPA sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

Selain membahas pengelolaan sampah, rakor juga menghadirkan sesi berbagi inovasi dari para ketua RT. Salah satunya, Wage Santoso, Ketua RT 26 Kelurahan Sumber Rejo, yang memperkenalkan aplikasi digital “Lapor RT” untuk memudahkan warga melaporkan kondisi atau permasalahan lingkungan.

Acara semakin semarak dengan hadirnya motivator Muhammad Shidarta yang membakar semangat peserta lewat tema “RT Balteng, Kita Gaspol Melayani”.

Agung berharap, momentum ini dapat memperkuat kolaborasi pemerintah kecamatan dengan masyarakat. “Kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Dan itu dimulai dari kesadaran setiap rumah tangga,” pungkasnya.

(Man)