Dikawal Karantina Pertanian Dilepas Kembali ke Alam

BALIKPAPAN – Sebanyak 380 burung liar yang terdiri dari cucak hijau, tledekan, kolibri, murai batu, kapas tembak, dan kacer dilrpaskan ke alam bebas. Burung yang merupakan hasil penolakan dari Karantina Pertanian Surabaya dilepasliarkan di hutan kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara. Lokasi dipilih dengan kriteria jauh dari pemukiman warga.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur. Pelepasliaran burung liar tersebut dikawal oleh Pejabat Karantina agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan. Pada Pasal 21 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya disebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati. Sehingga diharapkan masyarakat tidak lagi mengganggu kehidupan satwa liar.

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan mengatakan, “Kami menerima respon positif gerak cepat dari rekan-rekan BKSDA Kalimantan Timur, setelah menerima satwa liar dari Karantina Pertanian Balikpapan. Burung-burung tersebut dikembalikan ke alam agar tidak menambah angka kematian satwa liar akibat stres dikurung di kandang yang sempit.”

Marilah kita bersama menjaga kelestarian alam dan menghargai hak hidup satwa liar. Mereka juga memiliki hak untuk hidup bebas di alam tanpa diganggu oleh manusia.

(*/HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *