Kampung Bungas Picu Gerakan Ketahanan Pangan di Balikpapan Tengah
BALIKPAPAN – Keberhasilan Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir menjadi pemantik gerakan ketahanan pangan di Kecamatan Balikpapan Tengah. Konsep kampung tematik yang memadukan penanaman bunga, buah, dan sayur di pekarangan warga terbukti mampu menghadirkan manfaat ganda: memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga.
Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, yang meninjau sekaligus membina program tersebut, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari kreativitas warga dan peran aktif tokoh masyarakat. “Kampung Bungas ini contoh nyata bagaimana pekarangan bisa disulap menjadi sumber pangan dan peluang ekonomi, bahkan berpotensi jadi destinasi wisata,” ujarnya.
Program yang dipelopori Anggota DPRD Kota Balikpapan, Suwanto, ini bahkan sudah menghasilkan panen perdana melon blewah hidroponik. Keberhasilan ini menginspirasi kelurahan lain, seperti Karang Jati, yang tengah menyiapkan Kampung Toga (Tanaman Obat Keluarga) dan budidaya madu kelulut di RT 12 Perumahan AL.
Agung menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan di setiap wilayah. “Kalau hasil panen surplus, itu bisa membantu masyarakat lebih luas dan memberi nilai ekonomis. Yang terpenting, ada gerakan bersama memanfaatkan potensi lokal,” katanya.
Dengan pembinaan dan evaluasi rutin, Kecamatan Balikpapan Tengah optimistis program kampung tematik akan terus berkembang dan menciptakan jejaring ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
(Man)
