Kampung Bungas Raih Juara 1 CGH Balikpapan 2025, Hidroponik Jadi Penggerak Ekonomi Warga

BALIKPAPAN – Inovasi pertanian hidroponik yang dikembangkan warga Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir berhasil membawa kawasan ini meraih Juara 1 lomba Clean, Green, and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan tahun 2025. Kawasan yang terdiri dari RT 64, 65, 66, 68, dan 69 ini tidak hanya tampil hijau dan asri, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui hasil pertanian produktif.

Inisiatif Kampung Bungas berawal dari gagasan Suwanto, Anggota DPRD Kota Balikpapan, sejak tahun 2019. Ide tersebut dimulai dari dua RT dengan konsep kawasan hijau produktif. Seiring waktu, antusiasme warga terus meningkat hingga pada tahun 2024, lima RT bergabung aktif mengembangkan Kampung Bungas.

“Target kami sepuluh RT bisa menjadi kawasan buah, bunga, dan sayur yang betul-betul menjanjikan ke depan,” ujar Suwanto.

Warga di kawasan ini memanfaatkan lahan sempit secara kreatif. Beragam jenis tanaman hidroponik ditanam di pekarangan rumah dan bahkan di atas parit. Saat ini terdapat 18 titik hidroponik dengan lebih dari 3.000 lubang tanam yang aktif dikelola.

Berbagai jenis tanaman tumbuh subur di kawasan ini, mulai dari sayur-sayuran, bunga hias, hingga tanaman buah seperti melon, jeruk, alpukat, mangga, durian, dan pisang. Hasil panennya pun sudah dipasarkan ke pasar tradisional, jasa katering, dan hotel di Balikpapan.

“Lahan sempit bukan masalah, justru jadi tantangan bagaimana bisa menghasilkan keuntungan. Panen sudah bisa membantu perekonomian warga,” jelas Suwanto.

Selain menjadi kawasan hijau produktif, Kampung Bungas juga dikembangkan sebagai destinasi edukasi dan wisata lingkungan. Pengunjung yang ingin datang diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu dengan ketentuan membeli produk atau makanan dari warga setempat.

“Kami ingin agar kunjungan juga memberi manfaat bagi warga. Dengan sistem reservasi, semua pihak merasa diuntungkan,” tambahnya.

Meski baru pertama kali mengikuti lomba CGH, Kampung Bungas langsung meraih posisi tertinggi di tingkat kota. Suwanto menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama warga, bukan semata-mata karena lomba.

“Kami membangun kawasan ini bukan untuk lomba, tapi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Juara ini adalah bonus dari kerja keras bersama,” tuturnya.

Keberhasilan Kampung Bungas mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dukungan dinas terkait turut memperkuat pengembangan kawasan hijau produktif ini, sehingga dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Balikpapan.
(Man)