Lawan Kejahatan Siber, Balikpapan Ajak Semua Pihak Lindungi Anak

Balikpapan — Ancaman kejahatan digital terhadap anak makin nyata. Tak bisa lagi ditangani sendirian, perlindungan anak kini jadi tanggung jawab bersama. Inilah semangat yang diangkat dalam Workshop Pemenuhan Hak Anak yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025.

Mengusung tema “Mencegah Terjadinya Cyber Crime pada Anak di Kota Balikpapan”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, sekolah, aparat penegak hukum, psikolog, relawan, hingga dunia usaha.

Salah satu wujud nyata dukungan datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang memberikan bantuan sarana belajar dan bermain untuk anak-anak di Taman Bekapai. Bantuan itu meliputi meja belajar lipat, papan tulis, tas sekolah, alat tulis, serta dua unit tenda payung beserta alasnya—semua disalurkan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) PNM.

“Ini bentuk kepedulian kami untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dalam suasana yang sehat dan edukatif,” ujar M. Syaiful Anwar, Manajer Supporting PNM Cabang Balikpapan, saat penyerahan bantuan di Kantor DP3AKB, Kamis, 26 Juni 2025.

DP3AKB menyambut baik dukungan ini. Nursyamsiarni Djufril Larose, mewakili Kepala DP3AKB, berharap langkah PNM bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain. Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya tentang menghindari kekerasan atau bahaya internet, tapi juga memastikan anak memiliki ruang yang aman dan mendukung untuk belajar dan bermain.

“Cyber crime itu nyata dan berbahaya. Tapi perlindungan tidak bisa hanya mengandalkan penyuluhan. Lingkungan yang aman dan mendukung adalah fondasi penting,” tegasnya.

Dalam workshop tersebut, peserta yang terdiri dari anak-anak, guru, dan relawan juga mendapatkan edukasi dari pihak Polda Kaltim dan tenaga psikolog. Mereka didorong untuk menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing—bukan hanya sebagai penerima informasi, tapi juga sebagai penyebar kesadaran tentang keamanan digital.

Melalui kegiatan ini, DP3AKB menegaskan komitmennya membangun ekosistem perlindungan anak yang kuat dan adaptif, terutama di tengah tantangan dunia digital yang terus berubah. Sinergi semua pihak menjadi kunci untuk menciptakan Kota Layak Anak yang bukan hanya label, tapi benar-benar dirasakan oleh setiap anak. (Man)