Lebih dari 1.000 Tanaman Buah Mulai Mengisi Kawasan Agrowisata Sukadamai


KUTAI TIMUR – Upaya Pemerintah Desa Sukadamai, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengembangkan Puncak Gunung Sebatik sebagai kawasan agrowisata mulai dilakukan melalui penanaman berbagai jenis tanaman buah.

Kepala Desa Sukadamai, Nurdin, mengatakan sedikitnya terdapat 15 jenis buah yang mulai dikembangkan di kawasan tersebut. Jumlah tanaman yang telah ditanam juga mencapai lebih dari 1.000 pohon.

“Di sana kita sudah tanam sekitar 15 jenis buah. Jumlahnya sudah lebih dari seribu tanaman,” ungkap Nurdin.

Menurutnya, penanaman tersebut menjadi bagian awal dari rencana menjadikan kawasan Puncak Gunung Sebatik sebagai destinasi wisata berbasis pertanian.

Konsep wisata buah dipilih karena selain memiliki nilai wisata, tanaman yang dikembangkan juga dapat memberikan manfaat ekonomi apabila sudah menghasilkan.

“Kita tidak hanya berpikir untuk wisatanya, tetapi juga bagaimana nanti hasil buahnya bisa memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.

Nurdin mengatakan pengembangan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap. Pemerintah desa masih perlu menyiapkan sejumlah sarana pendukung agar kawasan dapat dikunjungi masyarakat dengan lebih nyaman.

Ia menilai potensi agrowisata dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan ekonomi desa. Kehadiran pengunjung nantinya diharapkan ikut memberikan peluang kepada masyarakat sekitar untuk menjual produk maupun hasil pertanian.

“Kalau sudah berkembang, masyarakat bisa ikut berjualan dan memasarkan produk mereka di kawasan wisata,” ujarnya.

Selain tanaman buah, pemerintah desa juga melihat potensi alam Puncak Gunung Sebatik yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Namun, pengembangan kawasan masih membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama akses menuju lokasi. Kondisi jalan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar kawasan tersebut dapat dikembangkan secara maksimal.

Nurdin berharap penanaman yang telah dilakukan dapat terus dipelihara hingga menghasilkan.

“Yang kita tanam sekarang mudah-mudahan bisa tumbuh dan berkembang, sehingga ke depan kawasan ini benar-benar bisa menjadi agrowisata,” katanya.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Sukadamai.(Adv/Kominfo/KK)