PDAM Balikpapan Survey Kepuasan Pelanggan  

Balikpapan – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan kembali mengggelar Survey Kepuasan Pelanggan (SKP) di sejumlah titik di Balikpapan, pada tahun 2018.

Pelaksanaan SKP ini merupakan kerjasama antara PDAM Kota Balikpapan dengan Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang.

Awaluddin Setya Aji selaku Koordinator Survey Kepuasan Pelanggan PDAM Kota Balikpapan menjelaskan, sebanyak 25 surveyor akan diturunkan di 9 titik pelanggan wilayah Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Balikpapan dengan metode sampling, dengan total pelanggan yang disurvei sebanyak 2500 pelanggan, dengan metode survey online.

“Tahun ini akan lebih akurat, karena kami menggunakan Geographic Information System (GIS) yang ditanamkan dalam sistem android, sehingga akan terbaca langsung rumah pelanggan PDAM yang sudah didatangi,” jelas Aji.

Lebih lanjut secara teknis, surveyor datang ke rumah, lalu melakukan seperti check-in online di GIS tersebut dan kemudian pelanggan dipersilakan mengisi form tersebut.

Setelah pelanggan selesai mengisi form, surveyor melakukan check-out di sistem online dengan mengunggah foto stiker yang ditempel di rumah pelanggan sesudah survei dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan dan memastikan bahwa surveyor benar-benar melakukan survei.

Aji memastikan, mulai dari survey pelanggan hingga pengolahan data akan dianalisis seobjektif mungkin, yang outputnya akan disampaikan kepada PDAM Kota Balikpapan.

Survei akan dilakukan selama 3 bulan. “1,5 bulan melakukan survei, sisanya analisis data,” tutur Aji.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Kota Balikpapan Sulton mengatakan Survey Kepuasan Pelanggan PDAM Kota Balikpapan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja yang dilakukan PDAM serta mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diterima pelanggan PDAM.

“SKP (Survey Kepuasan Pelanggan) dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan pelanggan untuk mengetahui kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan PDAM terhadap kepuasan pelanggan,” ujar Sulton.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan feedback kepada PDAM, yang outputnya adalah peningkatan pelayanan PDAM untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

“Misal mungkin alirannya yang kurang 24 jam, kualitas airnya, atau mungkin hanya malam saja air mengalir, nah ini makanya perlu dilakukan SKP, sebagai tolok ukur kinerja PDAM,” jelas Sulton.

Dengan melakukan SKP, Sulton mengharapkan kepada masyarakat pelanggan PDAM untuk memberikan keterangan apa adanya, sesuai dengan pengalaman pelanggan dalam menerima layanan PDAM di kota Balikpapan.

(*/mna)