PDAM Harapkan Pasokan Air Baku Waduk Sepaku

Balikpapan – Kondisi keterbatasan pasokan air baku di Balikpapan membuat PDAM yang kini menjadi Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung harus mencari alternatif. Sebelum sempat ada upaya mengambil air baku dari Sungai Mahakam. Namun cara itu membutuhkan anggaran hingga triliunan rupiah.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung, Haidir Effendi mengatakan solusi dari pembangunan embung Aji Raden juga belum bisa dipastikan. Mengingat pembangunannya belum tuntas karena terkendala anggaran. Kondisi ini tentu berakibat masih banyaknya warga kota minyak yang belum mendapatkan pelayanan air bersih.

“Cakupan air baku PDAM dari sumur dalam maupun waduk hanya sekitar 79 persen. Sementara jumlah penduduk terus bertambah. Kita masih terkendala ketersediaan air baku,” ujarnya, Sabtu (22/05).

Bahkan keberadaan embung Aji Raden, lanjut Haidir, belum 100 persen memenuhi kebutuhan air baku PDAM Balikpapan. Karena tambahan air baku dari embung tersebut hanya sekitar 150 liter per detik. Sementara kekurangan pasokan mencapai 1.000 liter per detik.

“Kebutuhannya sekitar 1.000 liter per detik untuk bisa memenuhi air bersih masyarakat. Kalau Aji Raden beroperasi itu hanya menutupi 150 liter per detik. Masih banyak kurangnya,” jelasnya.

Untuk saat ini, menurut Haidir, waduk Sepaku menjadi harapan utama pasokan air baku PDAM di Balikpapan. Mengingat Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Semoi-Sepaku yang dibangun Pemerintah Pusat itu berskala besar untuk melayani kawasan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

“Minimal Balikpapan bisa mendapatkan pasokkan air baku 1.000 liter per detik. Sehingga seluruh warganya bisa menikmati pelayanan air bersih PDAM. Karena air baku kita terbatas,” tambahnya. (ana)