PDAM Terus Perangi Kebocoran Air

Balikpapan – PDAM Kota Balikpapan terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran yang berakibat pada kehilangan air di sistem distribusi kepada pelanggan. Hal itu sebagai upaya PDAM di tengah kondisi ketersediaan air baku yang masih terbatas sementara jumlah pemohon sambungan baru terus meningkat setiap tahunnya.

Menghadapi hal ini, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Balikpapan, Abdul Ramli mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi lapangan untuk menekan tingkat kehilangan air saat distribusi. Adapun penyebab kebocoran atau kehilangan air ini salah satunya karena adanya tindak pencurian air oleh oknum warga yang tida bertanggung jawab.

“Saat ini, tingkat kehilangan air di PDAM Balikpapan sudah di bawah 20 persen. Angka itu memang lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 24 persen. Kami komitmen berupaya terus menekan angka kehilangan tersebut,” ujarnya.

Ramli menjelaskan PDAM telah melakukan berbagai upaya. Seperti penggantian meteran per 4 tahun atau sekitar 2.000 meter kubik, pemasangan alat ukur untuk pemantauan tekanan jaringan pipa, serta audit pelanggan. Yakni dengan pembentukan zona studi jaringan dan survei pelanggan pemakaian 0 meter kubik. Meski begitu, ia mengakui tindak pencurian air masih tetap ada. Hanya memang belum ditemukan.

“Kami masih menganalisis data dulu, belum ke lapangannya. Nanti akan bentuk tim. Kalau datanya mencolok baru ditindak. Selama ini, jika ada temuan biasanya pelaku akan didenda sesuai nominal kerugian yang dialami PDAM. Jika yang bersangkutan tak kooperatif baru dilanjutkan ke kepolisian,” tuturnya lagi.

Ramli menambahkan berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya prrosentase kasus pencurian air yang ditindak hanya berkisar 1 persen dari tingkat kehilangan air. Bahkan total denda yang dibayarkan para pelaku juga tergolong kecil yakni hanya sebesar Rp 5 juta.

“Biasanya hanya selesai setelah pelaku mendapatkan sanksi administratif. Menurutnya, alasan pencuri air mayoritas karena tak mau membayar biaya pemasangan. Yang mana biaya pemakaian justru lebih murah daripada pemasangannya.,” tutupnya. (*/hmsPDAM)