SPBE Jadi Jalan Pembuka Pelayanan Publik yang Lebih Setara, DPMPTSP Pastikan Tak Ada Warga yang Tertinggal

BALIKPAPAN – Transformasi digital di Balikpapan bukan hanya tentang percepatan layanan, tetapi tentang memastikan setiap warga — termasuk kelompok rentan — mendapatkan akses yang sama. Hal itu menjadi garis besar komitmen DPMPTSP Kota Balikpapan yang disampaikan Kepala DPMPTSP, Hasbullah Helmi, saat Workshop Literasi Promosi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2025.

Menurut Helmi, reformasi pelayanan publik harus menempatkan warga sebagai pusat. “Inovasi boleh maju, tetapi ukurannya tetap satu: apakah masyarakat lebih mudah dan nyaman mengaksesnya,” ujarnya.

Upaya ini tercermin melalui penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kini menaungi 27 instansi dan menyediakan sekitar 80 layanan. Rata-rata 4.000 warga memanfaatkan layanan tersebut setiap bulan, menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap konsep layanan terintegrasi.

Di sisi lain, peningkatan sarana dan prasarana dilakukan agar MPP tidak hanya cepat dan modern, tetapi juga inklusif. Kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga ibu dengan anak kecil menjadi bagian penting yang perlu difasilitasi. Hal ini terbukti melalui capaian nilai tertinggi pada Indeks Kepuasan Masyarakat 2024 di aspek sarana-prasarana — mencapai 95,20.

“Digitalisasi itu solusi, tetapi tanpa kenyamanan dan akses yang setara, manfaatnya jadi tidak lengkap,” kata Helmi menegaskan.

DPMPTSP juga memperkenalkan berbagai inovasi seperti Sistem Pelayanan Khusus Komprehensif, layanan jemput bola, perizinan online tanpa antrean, serta integrasi data lintas instansi. Semua terobosan itu bukan hanya mempercepat layanan, tapi membuka ruang agar tidak ada warga yang tertinggal akibat keterbatasan informasi maupun akses.

Helmi menilai, pelayanan yang inklusif akan membentuk ekosistem kota yang lebih kompetitif, terlebih Balikpapan menjadi gerbang penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Ketika layanan publik merata dan mudah diakses, kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha ikut tumbuh. Itu fondasi kota masa depan.”
(Man).