Kutai Timur Menuju Smart City

Sangatta – Era moderenisasi saat menuntut manusia tidak bisa berlepas dari sebuah aplikasi berbasis teknologi. Tidak hanya masyarakat umum, pemerintah daerah juga dituntut untuk bisa menerapkan dan mengembangkan aplikasi teknologi yang terintegritas. Sehingga mampu diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itulah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belajar penerapan dan aplikasi teknologi dalam dunia pemerintahan ini dalam event Smart City antara Pemkab Kutim dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, baru-baru ini.

Bupati Kutai Timur, Ismunandar yang hadir langsung dalam kegiatan ini mengatakan Pemkab Kutim saat ini mulai merancang daerah yang berkonsep Smart Regency. Karenanya dengan event smart city ini Pemkab Kutim dibantu UGM Yogyakarta mencoba mengupas dan memaparkan konsep-konsep soal penguatan Kutim menuju smart regency tersebut.

Lanjutnya, Smart City alias Kota Pintar dan Smart Regency atau Kabupaten Pintar sudah menjadi tren untuk pemerintah daerah. Perkembangan teknologi mau tidak mau menuntut perubahan sistem pelayanan yang diberikan aparat pemerintah kabupaten/kota kepada masyarakat. Dengan mengoptimalkan sistem informasi dan IT yang ada saat ini, aparat di pemerintahan tidak boleh Gaptek (Gagap Teknologi). Era keterbukaan informasi dan pelayanan publik, akan memberikan kepastian kepada masyarakat. Melalui konsep smart city atau smart regency ini masyarakat diberikan kemudahan dan bisa mengetahui program dan langkah-langkah pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan sesuai agenda pemerintah daerah, dengan mengakses secara langsung melalui website atau situs-situs resmi pemerintah daerah.

Lebih jauh dikatakan, selain aparat pemerintah, masyarakat juga diajak faham teknologi. Beberapa program yang bisa diterapkan melalui smart regency, seperti RiadRoid Mapping untuk memeriksa kondisi infrastruktur jalan, optimalisasi e-commerce produk UKM (usaha kecil menengah) melalu etalase online. Health Emergency Call Center, situs web untuk pembangunan, wifi corner hingga digital information lounge. Sebab smart regency memang dirancang untuk memaksimalkan pelayanan publik serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Tujuannya untuk mewujudkan sistem pelayanan melalui respon dan efektivitas tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sangatta – Era moderenisasi saat menuntut manusia tidak bisa berlepas dari sebuah aplikasi berbasis teknologi. Tidak hanya masyarakat umum, pemerintah daerah juga dituntut untuk bisa menerapkan dan mengembangkan aplikasi teknologi yang terintegritas. Sehingga mampu diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itulah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belajar penerapan dan aplikasi teknologi dalam dunia pemerintahan ini dalam event Smart City antara Pemkab Kutim dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, baru-baru ini.

Bupati Kutai Timur, Ismunandar yang hadir langsung dalam kegiatan ini mengatakan Pemkab Kutim saat ini mulai merancang daerah yang berkonsep Smart Regency. Karenanya dengan event smart city ini Pemkab Kutim dibantu UGM Yogyakarta mencoba mengupas dan memaparkan konsep-konsep soal penguatan Kutim menuju smart regency tersebut.

Lanjutnya, Smart City alias Kota Pintar dan Smart Regency atau Kabupaten Pintar sudah menjadi tren untuk pemerintah daerah. Perkembangan teknologi mau tidak mau menuntut perubahan sistem pelayanan yang diberikan aparat pemerintah kabupaten/kota kepada masyarakat. Dengan mengoptimalkan sistem informasi dan IT yang ada saat ini, aparat di pemerintahan tidak boleh Gaptek (Gagap Teknologi). Era keterbukaan informasi dan pelayanan publik, akan memberikan kepastian kepada masyarakat. Melalui konsep smart city atau smart regency ini masyarakat diberikan kemudahan dan bisa mengetahui program dan langkah-langkah pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan sesuai agenda pemerintah daerah, dengan mengakses secara langsung melalui website atau situs-situs resmi pemerintah daerah.

Lebih jauh dikatakan, selain aparat pemerintah, masyarakat juga diajak faham teknologi. Beberapa program yang bisa diterapkan melalui smart regency, seperti RiadRoid Mapping untuk memeriksa kondisi infrastruktur jalan, optimalisasi e-commerce produk UKM (usaha kecil menengah) melalu etalase online. Health Emergency Call Center, situs web untuk pembangunan, wifi corner hingga digital information lounge. Sebab smart regency memang dirancang untuk memaksimalkan pelayanan publik serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Tujuannya untuk mewujudkan sistem pelayanan melalui respon dan efektivitas tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan.(Adv/Ibnu)