600 Peserta Bersihkan Mangrove Balikpapan
Balikpapan – Ratusan warga Balikpapan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka turut turun langsung membersihkan kawasan Mangrove Margo Mulyo, Balikpapan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di delapan kota besar di Indonesia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan peringatan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Aksi tahun ini mengangkat semangat kolaborasi lintas sektor dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih”. Di mana pemerintah, akademisi, komunitas dan pelajar bersatu membersihkan sampah sekaligus menanam mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
“Ada 600 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka berhasil mengumpulkan total 1.320,8 kilogram sampah. Terdiri dari 192,1 kg sampah organik, 758,7 kg sampah anorganik, dan 370 kg sampah residu,” ujarnya.
Sudirman menyebut persoalan sampah bukan lagi masalah individu. Tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat secara umum. Mulai dari kesadaran diri menjadi gerakan secara kolektif. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah sebagai pelaksana kegiatan kebersihan. DLH juga menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini.
“Jadi kami tidak hanya membersihkan tapi juga mengedukasi. Program ini akan kami lanjutkan ke sekolah dan kampus agar generasi muda terbiasa dengan gaya hidup sadar sampah. Tidak boleh abai dengan sampah di lingkungan,” ungkapnya.
Menurut Sudirman, pemilihan Mangrove Margo Mulyo sebagai lokasi utama karena kawasan ini memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, mangrove juga berfungsi sebagai penyangga abrasi dan penyerap karbon alami. “Kalau mangrove sampai rusak, kita kehilangan benteng alami. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal keberlanjutan hidup,” jelasnya.
Aksi bersih-bersih ini, lanjut Sudirman, juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup beserta kelompok penggiat lingkungan dan bank sampah. Dirinya berharap kegiatan semacam ini mampu membuka mata mereka tentang pentingnya keterlibatan aktif anak muda dalam menjaga lingkungan.
“Kita sering bicara soal perubahan iklim, tapi jarang bertindak. Aksi seperti ini mengajarkan perubahan sikap mulai dari sekarang. Seperti memungut sampah sekitar rumah, memilah hingga mendaur ulang sampah plastik yang sulit terurai,” tambahnya. (man)
