Dispora Kutim Dorong Pemuda Jadi Wirausahawan dan Petani Muda


KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat pemberdayaan pemuda usia produktif melalui pengembangan kewirausahaan, pertanian, hingga kolaborasi lintas sektor.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mandiri secara ekonomi.

Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda berada pada rentang usia 16 hingga 30 tahun. Kelompok usia tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan Dispora.

“Saya sering datang ke SMA untuk mengajak anak-anak muda mengubah pola pikir. Jangan semua bercita-cita hanya menjadi ASN atau bekerja di perusahaan. Mereka juga bisa menjadi wirausahawan,” ujarnya.

Menurut Basuki, Dispora telah membentuk Forum Wirausaha Muda Kutim sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha.

Pembinaan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus menghubungkan pemuda dengan berbagai instansi maupun mitra yang memiliki program pengembangan dan bantuan usaha.

Dispora juga menggandeng Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian, komunitas Tangan Di Atas (TDA), serta PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam memberikan pelatihan kewirausahaan dan membangun jejaring bisnis.

“Dispora menyiapkan anak-anak mudanya, sementara mitra memberikan pelatihan, mentor, dan jaringan usaha. Itu bentuk kolaborasi yang kami bangun,” jelas Basuki.

Tak hanya sektor usaha, Dispora juga mendorong keterlibatan pemuda dalam bidang pertanian melalui program Pemuda Kutim Hebat.

Basuki menilai sektor pertanian memiliki peluang ekonomi yang cukup besar, terlebih Kutai Timur masih memiliki lahan yang dapat dikembangkan. Karena itu, pemuda didorong untuk melihat pertanian sebagai salah satu pilihan usaha yang menjanjikan.

Program tersebut dijalankan bersama KNPI dan Dinas Pertanian, salah satunya melalui pembentukan kelompok tani muda di sejumlah wilayah.

“Kami ingin anak-anak muda melihat bahwa bertani itu keren dan bisa menjadi sumber penghasilan,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan program, Dispora juga membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan perusahaan yang beroperasi di masing-masing wilayah.

Basuki mengatakan, dirinya rutin mengunjungi camat maupun pelaku usaha untuk membahas kebutuhan pembinaan pemuda di tingkat kecamatan. Menurutnya, pendekatan langsung dinilai lebih efektif untuk membangun kerja sama.

“Kami datang langsung, berdiskusi dengan camat dan perusahaan, lalu membangun kerja sama. Setelah itu kami kembali lagi untuk mengevaluasi perkembangannya,” ujarnya.

Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat menjangkau seluruh 18 kecamatan di Kutai Timur. Dengan demikian, semakin banyak pemuda yang mendapatkan akses pelatihan, mampu mengembangkan usaha, serta memiliki kemandirian ekonomi.

“Harapannya, pemuda di seluruh kecamatan bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya,” pungkasnya.(Adv/*/KK)