41 Pekebun Sawit Kutim Ikuti Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun di Samarinda

SAMARINDA – Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang berperan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, baik sebagai sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, maupun penggerak pembangunan wilayah pedesaan. Sebagian besar areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh pekebun rakyat yang memiliki kontribusi signifikan terhadap produksi nasional.
Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pekebun, antara lain rendahnya kapasitas kelembagaan, keterbatasan akses terhadap informasi dan teknologi, serta belum optimalnya kerja sama dan sinergi antarpekebun dalam mengembangkan usaha perkebunannya.
Dalam menghadapi dinamika pembangunan perkebunan yang semakin kompleks, diperlukan penguatan kebersamaan dan solidaritas di antara pekebun agar mampu membangun kelembagaan yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.
Kebersamaan pekebun menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan berorganisasi, memperkuat posisi tawar, mempermudah akses terhadap sarana produksi, pembiayaan, pemasaran, serta mendukung penerapan praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan.

Dilatarbelakangi kondisi tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor, melaksanakan Program Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun sebagai bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia perkebunan. Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 14-19 September 2026 di Hotel Swiss-Belhotel Borneo, Samarinda ini melibatkan sebanyak 41 peserta yang merupakan pekebun dan atau keluarga pekebun yang berasal dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
”Pelatihan ini difokuskan pada penguatan kapasitas pekebun dalam membangun, mengembangkan, dan mengelola kelembagaan pekebun yang efektif sebagai sarana kerja sama, pembelajaran, serta pengembangan usaha perkebunan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Dinas Pekebunan (Disbun) Kutai Timur, A. Gani Sukkara, didampingi Kabid Penyuluhan Disbun Kutim, M. Yusufsyah, Senin (14/9/2026).
Ditambahkan Yusufsyah, selain Disbun Kutim bertindak sebagai narasumber, kegiatan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I Tahun 2026 ini juga menghadirkan dua orang pemateri penting dari di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Ketenagakerjaan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yakni Renata Dayang Naguratta Damanik dan Dr. Triane Widya Angriani. Pembukaan kegiatan ini juga turut dihadiri Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Andi Siddik.
Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan komitmen pekebun dalam membangun kerja sama yang harmonis dan produktif melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, maupun kelembagaan ekonomi pekebun lainnya.
”Melalui pelatihan ini diharapkan terbentuk semangat kebersamaan, kepemimpinan kolektif, dan budaya gotong royong yang mampu mendukung pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan,” pungkas Yusuf.(Adv/*/KK)
