Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar 2026
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memutuskan menunda pelaksanaan beberapa proyek revitalisasi pasar tradisional yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada kemampuan daerah membiayai program strategis di sektor perdagangan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan penundaan ini merupakan kebijakan realistis agar anggaran pembangunan tetap terkendali di tengah keterbatasan fiskal. Ia memastikan proyek yang ditunda bukan dibatalkan melainkan akan dilanjutkan kembali ketika kondisi keuangan daerah membaik.
“Kami menunda beberapa rencana revitalisasi pasar di tahun 2026 karena ada penyesuaian anggaran. Penundaan ini bersifat sementara sampai kondisi fiskal daerah kembali stabil. Ini sifatnya sementara saja,” ujarnya, Rabu (12/11).
Haemusri menjelaskan, program revitalisasi pasar sebenarnya menjadi prioritas utama Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan masyarakat. Namun, pemerintah harus menyesuaikan skala prioritas agar seluruh kegiatan tetap berjalan efektif tanpa menimbulkan beban fiskal baru.
“Revitalisasi pasar penting untuk menjaga daya saing ekonomi lokal. Tapi dalam situasi seperti ini, kami harus fokus pada program yang benar-benar mendesak, seperti pengendalian inflasi dan stabilitas harga bahan pokok,” jelasnya.
Menurut Haemusri, pemangkasan dana transfer daerah berdampak pada pengurangan ruang fiskal daerah hingga beberapa persen. Akibatnya, beberapa proyek fisik seperti pembangunan los, peningkatan sarana kebersihan dan perbaikan fasilitas umum pasar harus ditunda hingga situasi memungkinkan.
Ia memastikan, pemerintah tetap melakukan pemeliharaan ringan dan pengawasan aktivitas perdagangan di seluruh pasar. Agar aktivitas jual beli tetap berjalan normal dan masyarakat tidak kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok harian. Terutama pada pengawasan pasokan dan stok di pasaran.
“Kami tidak menghentikan kegiatan di pasar. Semua tetap berjalan seperti biasa. Hanya proyek pembangunan besar yang kami tunda agar tidak menimbulkan defisit. Kondisi ini terjadi di semua daerah dan menjadi keputusan dari pusat,” tuturnya lagi.
Haemusri menambahkan, Pemkot Balikpapan tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pasar tradisional secara bertahap. Ia optimistis, setelah situasi fiskal membaik, program revitalisasi akan kembali berjalan dengan pendekatan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami tetap berkomitmen untuk menata pasar agar lebih modern dan nyaman. Kalau nanti kondisi anggaran memungkinkan, proyek-proyek itu akan segera kami lanjutkan,” pungkasnya. (man)
