MPP Kini Miliki Fasilitas Ramah Disabilitas
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen terhadap layanan publik berbasis inklusif. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini menghadirkan fasilitas ramah disabilitas melalui inovasi layanan Simpananku Kopi (Sistem Pelayanan Khusus Komprehensif) di Mal Pelayanan Publik (MPP). Langkah ini membuka akses yang lebih adil bagi masyarakat penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan perizinan.
Pemerintah menempatkan fasilitas pendukung difabel secara terstruktur di area MPP yang berlokasi di Kantor DPMPTSP Balikpapan. Seluruh sarana akses fisik disiapkan agar masyarakat difabel dapat bergerak dan mendapatkan pelayanan tanpa hambatan. Jalur landai, kursi roda, serta ruang layanan yang mudah dijangkau hadir sebagai standar baru pelayanan publik yang inklusif.
Tidak hanya fasilitas fisik, DPMPTSP juga memperkuat sisi pendampingan khusus bagi penyandang disabilitas. Pemerintah menugaskan petugas terlatih untuk memberikan bantuan langsung di meja layanan. Upaya ini memberikan ruang nyaman bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan pendamping selama proses administrasi perizinan.
Koordinator Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Balikpapan, Revi Citrawaty mengatakan seluruh fasilitas dan petugas disiapkan guna memastikan difabel memperoleh layanan yang setara. “Kami sudah melengkapi layanan perizinan dengan fasilitas ramah difabel. Kami juga menyiapkan petugas khusus untuk membantu. Ada juga penerjemah bahasa isyarat bagi teman-teman tunarungu,” ujarnya, Kamis (13/11).
Menurut Revi, kehadiran penerjemah bahasa isyarat menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang sering terabaikan. Dengan penugasan penerjemah, penyandang tunarungu kini dapat menyampaikan kebutuhan dan pertanyaan mereka tanpa hambatan komunikasi. Hal ini juga mempercepat proses pelayanan karena petugas dapat memahami kebutuhan pemohon secara akurat.
Program Simpananku Kopi, lanjut Revi, menjadi bagian dari strategi DPMPTSP dalam memperluas aksesibilitas layanan publik. Layanan ini menghadirkan suasana pelayanan yang lebih ramah, santai, dan interaktif. Pemkot ingin memastikan masyarakat difabel tidak hanya mendapatkan fasilitas teknis, tetapi juga merasakan kenyamanan dalam setiap interaksi dengan petugas.
“Masyarakat difabel yang datang mengaku lebih nyaman dengan sistem layanan yang baru. Mereka dapat bergerak lebih leluasa karena rute akses sudah ramah kursi roda. Pendampingan dari petugas khusus juga sangat membantu,” tambahnya. (man)
