IKN Perkuat Daya Tarik Investasi Balikpapan
Balikpaan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan memastikan kota minyak tidak menjadikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai satu-satunya daya tarik bagi investor. Pemerintah setempat menyampaikan Balikpapan telah memiliki kekuatan investasi jauh sebelum proyek IKN bergulir.
Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi mengungkapkan karakter geografis Balikpapan sudah menempatkan kota ini sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi strategis di Kalimantan Timur. Posisi kota ini berada di jalur laut internasional serta menjadi pintu masuk utama wilayah Kaltim menjadikan kota minyak memiliki nilai tawar tinggi di mata investor.
“Balikpapan sudah menarik perhatian investor sejak lama. Kami tidak menjadikan IKN sebagai satu-satunya daya tarik. Secara geografis, Balikpapan berada di jalur strategis. Kondisi ini membuat investor selalu melihat kota ini sebagai lokasi potensial,” ujarnya, Kamis (13/11).
Helmi menjelaskan keberadaan IKN memang memberi tambahan dorongan bagi aktivitas ekonomi. Namun, ia menilai fondasi daya tarik Balikpapan sudah terbentuk sejak kota ini menjadi pusat industri energi logistik, dan perhubungan. Investor yang datang ke Balikpapan tidak sekadar memanfaatkan momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara. Tetapi memandang kota ini sebagai kawasan bisnis yang telah berkembang dengan sendirinya.
DPMPTSP juga mencatat sektor-sektor tradisional seperti jasa, perdagangan, properti dan logistik terus stabil dan menarik minat modal tanpa bergantung pada geliat pembangunan IKN. Balikpapan selama ini menjadi penghubung utama distribusi barang dan pusat ekonomi yang melayani berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
“Balikpapan sebenarnya sudah memiliki ekosistem ekonomi yang sudah mapan. IKN memperkuatnya, tetapi bukan menjadi satu-satunya alasan investor datang,” jelasnya.
Menurut Helmi pemkot terus memperbaiki kualitas layanan perizinan untuk menjaga kepercayaan investor. DPMPTSP mempercepat proses izin usaha, memperluas layanan digital serta memastikan koordinasi lintas instansi berjalan efektif. Upaya tersebut dilakukan agar investor melihat stabilitas regulasi sebagai faktor penentu dalam menanamkan modal.
Helmi menambahkan daya saing Balikpapan juga meningkat berkat infrastruktur publik yang lebih siap. Fasilitas transportasi, akses pelabuhan, kedekatan dengan bandara internasional, serta kesiapan kawasan industri menjadikan kota ini tetap kompetitif meskipun IKN menjadi magnet investasi nasional. (man)
