HUT Kutim 2026 Mulai Dimatangkan, Panitia Siapkan Sponsorship ke Perusahaan

KUTAI TIMUR — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim 2026. Tahun ini, pelaksanaan kembali diarahkan dengan pola kolaborasi bersama berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim.
Ketua Panitia HUT Kutim, Trisno, mengatakan konsep perayaan masih disusun dengan melibatkan sejumlah pihak. Menurutnya, dukungan perusahaan menjadi salah satu bagian penting dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT.
“Pelaksanaan HUT setiap tahun itu sifatnya kolaboratif. Jadi kita tetap laksanakan, hanya poin-poin kegiatannya yang nanti kita sesuaikan dengan kondisi kekinian,” kata Trisno, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, pola pendanaan melalui pihak ketiga bukan hal baru dalam penyelenggaraan HUT Kutim. Pada perayaan tahun sebelumnya, sebagian besar rangkaian kegiatan juga mendapat dukungan dari perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Karena itu, panitia akan kembali mengirimkan surat edaran sponsorship kepada perusahaan-perusahaan di Kutim. Penggalangan dukungan tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir September.
“Di minggu depan kita akan membuat surat edaran sponsorship ke seluruh perusahaan di Kutai Timur, seperti tahun lalu. Kemungkinan kita batasi sampai akhir September,” ujarnya.
Setelah proses penggalangan dukungan selesai, panitia akan melakukan pemetaan terhadap sejumlah agenda yang memungkinkan untuk direalisasikan. Pemetaan itu nantinya menjadi dasar dalam menentukan rangkaian kegiatan HUT Kutim 2026.
Meski dukungan perusahaan menjadi salah satu bagian penting, panitia juga mempertimbangkan manfaat kegiatan bagi masyarakat. Konsep perayaan diupayakan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah keberadaan bazar dan kegiatan masyarakat. Menurut Trisno, kegiatan semacam itu dapat menghadirkan keramaian sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk ikut mengambil manfaat dari momentum HUT Kutim.
Untuk lokasi pelaksanaan, panitia saat ini masih mengkaji dua pilihan, yakni kawasan Bukit Pelangi dan Stadion Kudungga. Kedua lokasi tersebut akan dibandingkan dari berbagai aspek sebelum ditentukan sebagai lokasi utama.
“Semua akan kita kaji, kemudian hasilnya kita laporkan kepada Bupati. Pelaksanaannya nanti mengikuti petunjuk Bupati,” jelasnya.
Trisno menambahkan, keputusan mengenai lokasi maupun rangkaian kegiatan akan dimatangkan setelah seluruh masukan dan dukungan dari pihak terkait dihimpun. Dengan demikian, konsep perayaan dapat disesuaikan dengan kondisi daerah dan kemampuan dukungan yang tersedia.
Ia berharap pelaksanaan HUT Kutim 2026 tetap mampu menghadirkan suasana kebersamaan dengan melibatkan pemerintah, perusahaan, pelaku usaha, serta masyarakat.
“Semangat kebersamaan untuk membangun Kutai Timur tentu harus kita lakukan. Hanya saja kita sesuaikan dengan kondisi kekinian agar esensinya tetap terlaksana,” pungkasnya.(Adv/*/KK)
