Muskablub Jadi Titik Awal Konsolidasi Baru Muaythai Kutai Timur Jelang Porprov

KUTAI TIMUR — Upaya memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur menjadi perhatian utama dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Muaythai Indonesia (MI) Kabupaten Kutai Timur.

Muskablub yang digelar oleh Caretaker MI Kutai Timur tersebut berlangsung di Sangatta, Sabtu (5/9/2026). Forum ini menjadi momentum untuk membentuk kepengurusan baru serta memperkuat konsolidasi internal organisasi Muaythai di Kutai Timur.

Ketua Umum Pengprov MI Kalimantan Timur, Rudiansyah Aras, menekankan pentingnya membangun soliditas kepengurusan sebagai fondasi utama dalam mengejar prestasi pada ajang olahraga mendatang.

”Potensi Muaythai di Kutai Timur luar biasa. Pada BK Porprov lalu, Kutai Timur berhasil menyabet 4 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Nama-nama atlet juga sudah terdaftar secara by name and by number. Kunci utamanya adalah soliditas pengurus. Jika fondasi organisasi kuat, prestasi di Porprov Paser pasti bisa kita capai bersama,” tegas Rudiansyah.

Menurutnya, kepengurusan baru yang terbentuk harus terlebih dahulu memperkuat internal organisasi sebelum berorientasi pada target prestasi yang lebih besar.

Dukungan terhadap pelaksanaan Muskablub juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur. Perwakilan KONI Kutim, Dedi Haryadi, mengapresiasi langkah tim caretaker dan panitia yang mampu mengawal dinamika organisasi hingga forum tersebut terlaksana sesuai mekanisme.

”Muaythai merupakan salah satu cabor yang sangat potensial bagi Kutai Timur dalam mendulang medali. KONI Kutim sangat mendukung penguatan konsolidasi ini. Kami berharap kepengurusan baru nantinya langsung berfokus pada persiapan Porprov di Kabupaten Paser pada November mendatang serta memprioritaskan keberlanjutan pembinaan atlet lokal,” tutur Dedi.

Sebelumnya, tim caretaker MI Kutai Timur dibentuk melalui keputusan yang diterbitkan pada 24 Juli 2026. Kepengurusan sementara tersebut melibatkan Carolina Laoh sebagai Ketua dan Rahman sebagai anggota, bersama unsur caretaker lainnya.

Mewakili Ketua Caretaker MI Kutai Timur, Jepi Darsono menjelaskan bahwa pembentukan caretaker dilakukan sebagai bagian dari solusi organisasi agar roda pembinaan cabang olahraga tetap berjalan. Sejak awal, tim caretaker juga melakukan komunikasi dengan pengurus sebelumnya dan para atlet.

”Pembentukan caretaker merupakan solusi organisasi ketika masa bakti kepengurusan telah usai atau terjadi pembekuan, agar roda organisasi cabor tetap hidup. Kami sangat mengapresiasi kontribusi pengurus sebelumnya. Fokus kita saat ini adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan merangkul kembali para atlet yang berlaga di Babak Kualifikasi (BK) Porprov demi mengamankan target emas,” jelas Jepi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Muskablub, Andi Gilang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Ia menilai Muskablub menjadi langkah penting dalam membenahi organisasi sekaligus menyatukan kembali seluruh elemen Muaythai Kutai Timur menghadapi agenda olahraga ke depan.

”Muskablub ini dilaksanakan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku. Kami telah merangkul serta mengundang seluruh elemen terkait untuk hadir. Momentum ini sangat krusial untuk pembenahan organisasi dan persiapan matang menghadapi ajang olahraga mendatang,” ujar Andi Gilang.

Melalui Muskablub tersebut, kepengurusan baru Muaythai Indonesia Kutai Timur diharapkan segera memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan pembinaan atlet. Soliditas seluruh elemen dinilai menjadi modal penting bagi Kutai Timur untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada Porprov yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November mendatang.(Adv/*/KK)