Jumeah Raih Juara 3 Lomba Inovasi Daerah Sanga Belida 2026, Usung Inovasi Siap Kawal Parkitmas

KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Admindukcapil) Kabupaten Kutai Timur, Jumeah berhasil meraih predikat juara ke-3 dalam ajang lomba inovasi daerah Sanga Belida (Sangatta Berlomba Inovasi Daerah) Tahun 2026, dengan mengusung inovasi berjudul Siap Kawal : Parkitmas (Pelayanan Akta Kelahiran dan Akta Kematian di Rumah Sakit dan Puskesmas).
Penganugerahan predikat juara ke-3 ini diserahkan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dalam acara yang dirangkai penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku UMKM serta sertifikat Hak Cipta atas karya inovasi pelayanan publik dan karya budaya daerah yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Timur, bertempat di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, Selasa (1/9/2026).
Ditemui wartawan usai acara penganugerahan, Jumeah terlihat tidak dapat menutupi kegembiraannya. Dengan mengucapkan rasa syukurnya, Jumeah menuturkan jika keberhasilan dirinya meraih juara ke-3 inovasi daerah ini tidak lepas dari peran dan kerjasama tim Dinas Admindukcapil Kutai Timur yang sudah memberikan dukungan penuh kepada dirinya.
”Alhamdulillah, tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari peran dan kerjasama tim yang ada di Dinas Admindukcapil Kutai Timur yang sudah memberikan dukungan penuh kepada saya,” tutur Jumeah.
Lanjutnya, inovasi Pelayanan Akta Kelahiran dan Akta Kematian di Rumah Sakit dan Puskesmas (PARKITMAS) ini merupakan pengembangan dari inovasi SIAP KAWAL, yang juga telah meraih predikat juara pada ajang serupa di tahun sebelumnya. Hadirnya inovasi PARKITMAS ini tentunya bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kutai Timur.
”Melalui PAKRITMAS ini, ibu yang melahirkan di rumah sakit, otomatis langsung mendapatkan akta kelahiran banyinya usai menjalani rawat inap di rumah sakit. Tidak hanya itu, pada Kartu Keluarganya juga langsung tercatat nama anak dan juga bayinya langsung mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA),” jelas Jumeah.
Lahirnya inovasi PAKRITMAS ini diakui Jumeah juga berawal dari pengalaman pribadinya dalam melayani masyarakat Kutim yang datang mengeluh belum memiliki nomor induk kependudukan bagi ”sang anak” yang harus segera dirawat di rumah sakit, namun belum bisa dilayani akibat tidak terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS kesehatan.
”Ada ibu-ibu datang kepada saya mengeluh anaknya tidak bisa terdaftar pada JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) atau BPJS Kesehatan akibat belum memiliki nomor induk kependudukan, padahal kondisnya harus segera dirawat di rumah sakit. Karenanya itu saya tergugah dan mencoba mencafri terobosan bagaimana agar setiap anak yang baru dilahirkan bisa otomatis juga langsung terdaftar dan memiliki nomor kependudukan. Akhirnya lahir lah inovasi PARKITMAS ini,” bebernya.
Ditambahkan Jumeh, dengan keberhasilannya meraih juara inovasi daerah ini tidak kemudian menjadikannya berhenti untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kutai Timur. Bahkan dirinya juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap inovasi yang sudah ada, agar bisa lebih dikembangkan dan dimaksimalkan.
”Tentunya kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap inovasi-inovasi yang sudah ada dan dijalankan di Dinas Admindukcapil Kutim. Pengembangan akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat bisa terus dimaksimalkan,” pungkasnya.(Adv/*/KK)
