Kutim Perkuat Pencegahan Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih memperkuat upaya pencegahan sebagai strategi utama menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan dengan mendorong keterlibatan pemerintah desa, aparat keamanan, masyarakat hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, kondisi kerawanan karhutla saat ini masih berada dalam status siaga dengan situasi yang relatif terkendali. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah mengurangi kewaspadaan.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan penyuluhan karhutla oleh Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI di KBN Muara Gabus Lanal Sangatta, Selasa (1/9/2026).
“Alhamdulillah sosialisasi sekaligus penyuluhan dari Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI yang ini berjalan lancar. Mudah-mudahan ini bisa memberikan rasa sadar dan peduli bagi masyarakat terhadap pentingnya untuk menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur hingga tingkat desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama aparatur desa didorong aktif berkoordinasi dengan TNI dan kepolisian dalam mengantisipasi serta mengendalikan potensi munculnya titik api.
“Keterlibatan lintas sektor ini dinilai sangat krusial, mengingat penanggulangan karhutla memerlukan kesiapsiagaan kolektif sebelum api membesar dan sulit dikendalikan,” tambah Mahyunadi.
Dari sisi kesiapan peralatan, Pemkab Kutim mengakui masih terdapat sarana pemadaman yang perlu diperbarui. Sebagian perangkat backpack pemadam merupakan pengadaan 2015 dan sejumlah unit mengalami penurunan performa. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan anggaran tak terduga jika terjadi peningkatan eskalasi bencana.
Mahyunadi menegaskan, ketersediaan anggaran tidak boleh membuat pencegahan diabaikan. Pengalaman kebakaran besar di daerah lain menjadi pembelajaran penting bagi Kutim.
“Sebesar apapun anggaran, kalau sudah menyala seperti di Kalteng, sebesar apapun anggaran disiapkan itu tidak akan maksimal. Makanya itu kita lebih mengarah kepada pencegahan,” tegasnya.
Selain masyarakat dan pemerintah, perusahaan perkebunan maupun pertambangan juga diminta ikut bertanggung jawab menjaga wilayah konsesinya. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi fondasi penting untuk mencegah karhutla meluas di Kutai Timur.(Adv/*/KK)
