Disdikbud Kutim Tambah Sekolah Baru, Sangatta Utara dan Kaubun Salahsatunya

KUTAI TIMUR – Penambahan satuan pendidikan menjadi salah satu langkah yang disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) untuk menyesuaikan perkembangan kebutuhan pendidikan masyarakat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan terdapat rencana penambahan sekolah di sejumlah wilayah, di antaranya Sangatta Utara dan Kaubun. Namun, proses tersebut masih dalam tahap persiapan dan penyesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
“Penambahan sekolah ada ya, tapi kita masih dalam proses ini,” kata Mulyono.
Ia menjelaskan, penambahan sekolah tidak dilakukan hanya karena jumlah peserta didik bertambah. Pemerintah juga mempertimbangkan kapasitas rombongan belajar atau rombel pada sekolah yang telah tersedia.
Menurut Mulyono, terdapat batas maksimal rombel yang harus diperhatikan dalam pengelolaan satuan pendidikan.
“Sekolah itu kan ada aturannya, dalam satu sekolah itu berapa maksimal rombelnya, rombongan belajarnya,” ujarnya.
Jika kapasitas yang tersedia telah memenuhi ketentuan, sementara kebutuhan peserta didik terus bertambah, maka pemerintah dapat mempertimbangkan pembentukan satuan pendidikan baru.
“Kalau memang sudah memenuhi dan memenuhi semuanya ya kita akan pecah lagi, kita tambah sekolah,” lanjutnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penyesuaian layanan pendidikan terhadap pertumbuhan kebutuhan masyarakat. Penambahan sekolah diharapkan dapat menghindari penumpukan peserta didik dalam satuan pendidikan tertentu sekaligus menjaga proses belajar tetap berjalan sesuai ketentuan.
Sangatta Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dengan rencana penambahan sekolah di SD 018. Sementara itu, Kaubun juga masuk dalam rencana pengembangan satuan pendidikan.
Disdikbud masih melakukan penyesuaian sebelum keputusan penambahan sekolah dilaksanakan. Pemerintah perlu memastikan kebutuhan peserta didik, ketersediaan ruang belajar serta ketentuan rombel menjadi bagian dari perencanaan.
Dengan demikian, penambahan sekolah diarahkan bukan sekadar menambah jumlah bangunan, tetapi sebagai upaya menyesuaikan kapasitas layanan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.(Adv/Kominfo/KK)
