Kutim Perkuat Dukungan Pendidikan SD melalui Beasiswa dan Sarana Sekolah

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat pembinaan pendidikan tingkat sekolah dasar melalui sejumlah program yang menyentuh kebutuhan peserta didik maupun peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Slamet Riyanto, menyampaikan bahwa pembinaan SD tetap mengacu pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus mendukung program yang masuk dalam visi dan misi pemerintah daerah.
Salah satu bentuk dukungan diberikan melalui program beasiswa. Bantuan tersebut menyasar siswa dari keluarga tidak mampu serta peserta didik berprestasi, termasuk siswa SD yang memiliki kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an.
Selain bantuan pendidikan, kebutuhan perlengkapan sekolah juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah memberikan seragam dan sepatu secara gratis bagi seluruh siswa SD sebagai bagian dari dukungan terhadap peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan dasar.
“Di SD ada beasiswa untuk siswa tidak mampu dan beasiswa prestasi, termasuk bagi anak-anak yang tahfiz. Kemudian pemerintah juga memberikan seragam dan sepatu gratis untuk seluruh siswa,” ujar Slamet Riyanto.
Pada sisi pembelajaran, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan bantuan kepada siswa. Sekolah juga mendapat pendampingan melalui berbagai bimbingan teknis, terutama untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan di sejumlah satuan pendidikan.
Slamet menjelaskan, penguatan dua kemampuan dasar tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki capaian rapor pendidikan sekolah. Program pembinaan diberikan dengan melihat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan berdasarkan data yang tersedia.
Sementara kebutuhan sarana dan prasarana sekolah disusun berdasarkan tingkat prioritas. Dalam kondisi efisiensi anggaran, pemerintah memfokuskan pembangunan pada fasilitas yang dinilai paling dibutuhkan, termasuk ruang kelas baru (RKB) dan fasilitas pendukung lainnya.
“Untuk sarana dan prasarana, karena kondisi efisiensi, kita arahkan pada pembangunan yang benar-benar prioritas, seperti RKB, utilitas maupun sarana prasarana lainnya,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan operasional, sekolah juga mendapat dukungan melalui BOS Kinerja dan BOSDA sebagai pendamping BOSP dari kementerian. Adapun besaran beasiswa yang diberikan yakni Rp1 juta untuk siswa tidak mampu dan Rp2,5 juta bagi penghafal Al-Qur’an.(Adv/Kominfo/KK)
