500 ASN Balikpapan Ikuti Asesmen Kompetensi
Balikpapan – Sebanyak 500 ASN Pemkot Balikpapan akan mengikuti asesmen kinerja dan kompetensi bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN). Khususnya Kantor Regional Banjarbaru yang kini membawahi seluruh wilayah Kalimantan dalam urusan pembinaan kepegawaian. Keterlibatan BKN dinilai penting untuk memastikan proses asesmen berjalan objektif, terukur dan sesuai standar nasional.
Wakil Wali Kota, Bagus Susetyo mengatakan asesmen ini menjadi langkah penguatan sistem dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pihaknya memastikan seluruh persiapan asesmen sudah berjalan dan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Ia menekankan pemerintah ingin menciptakan manajemen ASN yang lebih transparan dan berbasis kompetensi.
“Pemkot Balikpapan ingin seluruh ASN menjalankan tugas dengan standar profesional yang sama. Asesmen ini menjadi instrumen penting untuk mengukur kinerja secara lebih objektif,” ujarnya, Jumat (14/11).
Bagus menjelaskan pemerintah tidak ingin penempatan jabatan hanya mengandalkan senioritas atau pertimbangan administratif semata. Penilaian kompetensi, seharusnya menjadi dasar penempatan ASN di berbagai posisi. Dampaknya tentu akan ada penyesuaian kemampuan dan kecocokan bidang.
“Kami ingin setiap pegawai berada pada posisi yang tepat. Jika kompetensinya sesuai, maka kualitas layanan kepada masyarakat juga akan meningkat. Itu yang menjadi program pemerintah pusat terhadap ASN di semua daerah,” jelasnya.
Bagus menilai asesmen ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pengembangan karier ASN. Pemerintah ingin memastikan setiap pegawai memiliki peta kompetensi yang jelas. Agar kebutuhan peningkatan kapasitas dapat direncanakan lebih terarah.
“Lewat asesmen ini, kita akan mengetahui gambaran kemampuan masing-masing pegawai. Hasilnya bisa menjadi dasar pengembangan karier, peningkatan kapasitas hingga penataan organisasi,” tuturnya lagi.
Menurut Bagus pelaksanaan asesmen akan menggunakan metode pengukuran berbasis kompetensi yang telah ditetapkan BKN. Metode tersebut mencakup tes kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural hingga simulasi berbasis studi kasus. Hasilnya akan mencerminkan tantangan pekerjaan di pemerintahan daerah.
“BKN akan mengawal seluruh proses asesmen. Kami ingin memastikan semua berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai standar nasional,” lanjutnya.
Bagus berharap asesmen ini mampu mendorong budaya kerja baru yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah, katanya, memiliki tanggung jawab untuk menyediakan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan kota yang terus berkembang.
“Asesmen ini bukan sekadar penilaian, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Balikpapan. Kami ingin ASN tampil profesional dan mampu mengikuti tuntutan zaman,” tambahnya. (man)
