Pemkot Kebut Penyelesaian Program 2025

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat penyelesaian seluruh program kerja 2025 setelah menggelar rapat koordinasi evaluasi kinerja lintas perangkat daerah. Pemerintah ingin memastikan setiap target pembangunan dapat dituntaskan sebelum memasuki tahun anggaran baru. Terutama program yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik dan kepentingan masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengaku tidak ingin ada penundaan program yang berakibat rendahnya penyerapan anggaran. Karena bakal berpengaruh pada capaian indikator kinerja. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan koordinasi agar percepatan dapat berjalan efektif.

“Kami ingin menjaga kesinambungan program dan memperkuat kolaborasi antar lembaga, terutama menjelang berakhirnya tahun anggaran. Masih ada sejumlah kegiatan prioritas yang memerlukan percepatan serapan,” ujarnya, Jumat (14/11).

Bagus menilai percepatan program menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pembangunan kota. Pemerintah, katanya, harus memastikan seluruh kegiatan strategis berjalan sesuai jadwal agar manfaat yang diharapkan masyarakat dapat dicapai. Karena realisasi anggaran merupakan bagian dari amanah dan indikator kinerja pemerintah.

“Percepatan program bukan hanya soal teknis anggaran. Tapi bagaimana kita memastikan masyarakat menerima manfaatnya tepat waktu. Kan pemerintah sebagai pengguna anggaran yang harusnya bisa menyelesaikan,” jelasnya.

Dalam evaluasi tersebut, lanjut Bagus, pemerintah memprioritaskan program yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan sosial. Ia menginginkan sektor-sektor tersebut harus bergerak lebih cepat karena dampaknya langsung dirasakan warga.

“Kegiatan yang menyangkut pelayanan publik harus kita dahulukan. Kami ingin masyarakat merasakan peningkatan kualitas layanan tanpa harus menunggu lama. Idealnya memang begitu. Tinggal pelaksaan di lapangan saja,” tuturnya lagi.

Bagus telah meminta setiap OPD menyusun langkah akselerasi dalam beberapa minggu ke depan. Rencana tersebut mencakup identifikasi hambatan, realokasi sumber daya serta penyesuaian strategi. Agar kegiatan prioritas dapat terselesaikan tepat waktu. Sehingga realisasi anggaran seluruh program dapat terselesaikan dengan baik.

“Kami minta semua OPD menyampaikan rencana percepatan yang konkret. Pemerintah tidak akan menunda kegiatan yang sudah terjadwal. Kami ingin memastikan semua berjalan efektif, efisien dan akuntabel. Itu penting untuk menjaga kepercayaan publik,” tutupnya. (man)