DPRD Dorong Pemetaan Sebaran Campak

Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan langsung merespons lonjakan kasus campak di kota minyak. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan mencatat temuan 201 kasus campak yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya ledakan wabah jika tidak segera tertangani.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mendorong Dinkes Balikpapan untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. Ia meminta otoritas kesehatan segera melakukan langkah pencegahan yang konkret dan terukur. Termasuk menekankan pentingnya pemetaan wilayah sebaran kasus guna memutus rantai penularan secara efektif.

“Jangan sampai nanti kasus ini berkembang menjadi wabah di kota kita. Karena itu memang harus diantisipasi sejak sekarang. Ini memerlukan sinergi bersama. Memang Dinkes yang berperan besar dalam kondisi ini,” ujarnya, Kamis (12/03).

Politisi Golkar ini menilai angka 201 kasus merupakan peringatan serius bagi sistem kesehatan kota. Ia mengingatkan penyakit campak memiliki daya tular yang sangat cepat. Terutama pada kelompok anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh. Oleh karena itu, ia meminta puskesmas-puskesmas di setiap kecamatan memperketat pemantauan di lapangan.

“Makanya semua pihak harus berperan aktif. Kami minta masyarakat jaga kesehatan dan mengikuti anjuran dari tenaga Kesehatan. Khusus yang punya anak bayi harus mendapatkan imunisasi lengkap agar terlindungi,” jelasnya.

Selain langkah medis dari pemerintah, Gasali juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat. Ia mengajak orang tua untuk lebih peduli terhadap status kesehatan keluarga. Kesadaran mandiri warga menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus yang terus merangkak naik.

Menurutnya, imunisasi lengkap menjadi benteng terkuat untuk melindungi generasi muda Balikpapan dari risiko komplikasi campak. Ia berharap Dinkes masif melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT agar tidak ada lagi anak yang terlewat dalam program imunisasi rutin.

DPRD Balikpapan, tambah Gasali, berkomitmen terus mengawal penanganan kasus ini hingga kurva penularan melandai. Komisi IV berencana memanggil pihak terkait dalam waktu dekat untuk mengevaluasi ketersediaan vaksin dan kesiapan fasilitas kesehatan. Langkah ini bertujuan memastikan warga Balikpapan mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman penyakit menular. (man)