KPB Percepat Operasional Penuh RDMP Balikpapan, Kapasitas Kilang Ditargetkan Capai 360 Ribu Barel per Hari

JAKARTA – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mempercepat langkah menuju fase operasional penuh Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe setelah mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Rapat membahas evaluasi kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu sekaligus menetapkan strategi menghadapi tahapan operasional proyek yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi.

Direktur Utama PT KPB Bambang Harimurti mengatakan, berbagai target utama telah berhasil dicapai dan menjadi fondasi penting memasuki fase operasional kilang.

“Salah satu capaian utama adalah keberhasilan uji kapasitas Crude Distillation Unit (CDU) IV pascarevamp yang mampu mengolah minyak mentah hingga 300.000 barel per hari,” kata Bambang dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, kapasitas tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelum modernisasi yang mencapai 200.000 barel per hari. Dengan tambahan CDU V berkapasitas 60.000 barel per hari, total kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan diproyeksikan mencapai 360.000 barel per hari, meningkat dari kapasitas sebelumnya sebesar 260.000 barel per hari.

Selain peningkatan kapasitas, KPB juga telah menyelesaikan sejumlah tahapan penting lainnya, termasuk pengisian katalis perdana pada unit **Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC)** yang menjadi fasilitas utama untuk meningkatkan kompleksitas pengolahan kilang.

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur pendukung di Lawe-Lawe juga menunjukkan progres signifikan. KPB telah menyelesaikan proses *commissioning* fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker kelas Very Large Crude Carrier (VLCC) berkapasitas hingga 320.000 deadweight tonnage (DWT).

Fasilitas tersebut telah digunakan untuk transfer perdana minyak mentah menuju tangki penyimpanan baru sebagai bagian dari sistem pasokan bahan baku Kilang Balikpapan.

Bambang menegaskan, fokus perusahaan pada 2026 adalah memastikan seluruh unit prioritas, khususnya RFCC, dapat beroperasi secara aman, andal, dan optimal sehingga manfaat proyek dapat segera dirasakan.

“RDMP Balikpapan dirancang untuk mencapai tiga sasaran utama, yakni meningkatkan kapasitas pengolahan kilang menjadi 360.000 barel per hari, menaikkan tingkat kompleksitas kilang yang tercermin dalam **Nelson Complexity Index (NCI)** dari 3,7 menjadi 8,0, serta menghasilkan bahan bakar berstandar Euro V yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengatakan tantangan berikutnya bukan lagi menyelesaikan konstruksi, melainkan memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat beroperasi secara stabil, andal, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Selain pencapaian operasional, KPB juga membukukan kinerja positif dalam aspek tata kelola perusahaan dan keberlanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan memperoleh peringkat **idAAA(sf)** untuk pembiayaan proyek RDMP Balikpapan dan **idBBB+(sa)** sebagai peringkat mandiri perusahaan dari PEFINDO.

KPB juga meraih berbagai penghargaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), efisiensi energi, penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), pengembangan sumber daya manusia, hingga pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Di bidang sosial dan lingkungan, perusahaan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, di antaranya pelatihan bagi penyandang disabilitas, rehabilitasi sekolah dasar, program pendidikan, penanaman mangrove, serta penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Komisaris Independen PT KPB Sulaeman Tanjung menegaskan Dewan Komisaris akan terus memperkuat fungsi pengawasan agar proses transisi menuju operasional penuh berjalan sesuai target.

“Dewan Komisaris akan terus mengawal pelaksanaan operasional perusahaan agar seluruh target dapat dicapai dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat,” kata Sulaeman. (adv)