Komisi II Dorong Pemanfaatan Sumber Air Lokal
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan mengambil sikap tegas terkait krisis air baku yang menghantui Kota Beriman. Alih-alih mendukung rencana desalinasi air laut yang berbiaya tinggi, para wakil rakyat ini justru mendorong Pemerintah Kota untuk fokus mengoptimalkan sumber air permukaan yang sudah ada.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menilai pemanfaatan sumber air baku lokal jauh lebih realistis secara teknis maupun anggaran. Ia menunjuk tiga titik krusial yang seharusnya menjadi prioritas utama: Waduk Embung Aji Raden, Bendungan Sepaku Semoi di kawasan IKN, serta pelestarian Sungai Wain.
“Kami sudah melakukan kajian mendalam. Hasilnya, optimalisasi sumber-sumber air permukaan ini jauh lebih masuk hitungannya daripada kita memaksakan desalinasi,” ujarnya, Kamis (16/04).
Fauzi menjelaskan proyek desalinasi membutuhkan investasi yang sangat besar. Selain itu, biaya operasional dan perawatan teknologi pengolahan air laut tersebut akan membebani APBD maupun tarif pelanggan di masa depan. Sebaliknya, infrastruktur seperti Embung Aji Raden hanya memerlukan percepatan pipanisasi dan integrasi sistem.
Waduk Embung Aji Raden yang terletak di Balikpapan Timur memiliki potensi besar untuk menambah debit air bersih warga. Begitu pula dengan Bendungan Sepaku Semoi yang kini berdiri megah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Komisi II mendesak pemerintah kota segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar jatah air untuk Balikpapan dari Sepaku Semoi segera terealisasi.
“Pemerintah harus bergerak cepat menjemput bola. Kita punya peluang besar mendapatkan pasokan air dari Sepaku Semoi. Ini solusi jangka pendek dan menengah yang paling masuk akal,” jelasnya.
DPRD Balikpapan berharap jajaran eksekutif tidak terjebak pada proyek-proyek mercusuar yang sulit terealisasi. Komisi II ingin pemerintah fokus menuntaskan jaringan pipa induk dari sumber air yang telah tersedia. Langkah ini dianggap mampu menjawab keluhan warga mengenai ketersediaan air bersih yang sering tersendat.
“Fokus saja pada apa yang ada di depan mata. Optimalkan Aji Raden, amankan jatah dari Sepaku Semoi, dan jaga Sungai Wain. Itu kunci ketahanan air kita,” tutup Fauzi. (man)
