Dewan Dukung Target 12.000 Sambungan Baru
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan memberikan suntikan semangat kepada Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Dewan mendukung penuh target ambisius penambahan 12.000 Sambungan Rumah (SR) air bersih pada tahun ini. Langkah ini menjadi harapan baru bagi ribuan warga yang telah lama menanti layanan air bersih di hunian mereka.
Pihak legislatif, kata Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, melihat target tersebut sebagai bentuk komitmen serius PTMB dalam memperluas cakupan layanan. Penambahan sambungan baru ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan rasio layanan air bersih di Kota Beriman. DPRD ingin memastikan setiap warga mendapatkan hak dasarnya atas air bersih tanpa terkecuali.
Fauzi mengapresiasi keberanian PTMB menetapkan angka tersebut. Namun, ia juga memberikan catatan penting agar perusahaan tidak sekadar mengejar angka di atas kertas. Realisasi di lapangan tetap menjadi indikator utama keberhasilan program ini.
“Target 12.000 sambungan itu harus kita apresiasi. Tapi tentu kita juga harus melihat kondisi di lapangan. Terutama ketersediaan air baku yang belum maksimal,” ujarnya, Kamis (16/04).
Fauzi menekankan ketersediaan air baku menjadi syarat utama dari program sambungan rumah ini. Ia memperingatkan agar penambahan pelanggan baru tidak mengganggu distribusi air ke pelanggan lama. Keseimbangan antara debit air yang tersedia dengan jumlah sambungan harus menjadi perhitungan yang sangat matang.
DPRD terus mendorong PTMB untuk mempercepat penguatan infrastruktur pendukung di seluruh wilayah.
Menurut Fauzi, ketersediaan jaringan pipa induk menjadi syarat mutlak sebelum teknisi menyambungkan air ke rumah warga. Tanpa pipa induk yang memadai, target ribuan sambungan tersebut akan sulit tercapai tepat waktu.
“Selama jaringan pipa induk tersedia dan debit air mencukupi, pemasangan sambungan baru umumnya dapat direalisasikan tanpa kendala berarti,” tuturnya lagi.
Fauzi meminta PTMB melakukan pemetaan wilayah secara mendetail sebelum melakukan pemasangan masif. Skala prioritas harus diberikan kepada kawasan yang sudah memiliki jaringan pipa namun belum teraliri air. Langkah strategis ini akan mengefisiensi waktu pengerjaan dan biaya operasional perusahaan.
“Kami siap mengawal proses penambahan sambungan ini. Harapannya tentu ada dampak langsung bagi warga. Transparansi dalam proses pendaftaran sambungan baru juga menjadi poin yang kami pantau,” tambahnya. (sus)
