DPRD Soroti Perbedaan Kualitas Air Pelanggan

Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menyoroti kinerja distribusi air bersih oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Para wakil rakyat ini menemukan perbedaan antara kualitas air di pusat pengolahan dengan kondisi air yang diterima langsung oleh masyarakat. Hal ini berdasarkan sejumlah keluhan warga yang disampaikan saat bertemu wakil rakyat.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari masyarakat. Mereka melaporkan kualitas air yang tidak merata. Beberapa kawasan menerima air jernih, namun wilayah lain justru mengeluhkan air yang keruh dan berbau. Pihak DPRD menilai titik lemah pelayanan bukan berada pada proses produksi di hulu. Berdasarkan peninjauan lapangan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PTMB sebenarnya sudah menghasilkan air yang memenuhi standar kesehatan.

“Keunggulan di pusat pengolahan itu seolah menguap begitu air memasuki jaringan pipa distribusi. Di IPA airnya bagus, tapi ketika sampai ke masyarakat bisa berbeda. Ini yang jadi masalah utama sekarang,” ujarnya, Selasa (14/04).

Fauzi menyebut kondisi infrastruktur bawah tanah menjadi penyebab utama penurunan kualitas air tersebut. Banyak jaringan pipa di Balikpapan yang sudah berusia puluhan tahun dan melewati masa pakai optimal. Hal ini memicu akumulasi kotoran di dalam pipa yang ikut terbawa arus air menuju rumah warga.

Fauzi juga mengidentifikasi adanya potensi kebocoran pada pipa-pipa tua tersebut. Lubang sekecil apa pun pada pipa distribusi memungkinkan kontaminan dari tanah masuk dan mencemari air bersih. Masalah teknis inilah yang menurutnya harus segera mendapat penanganan prioritas oleh manajemen PTMB.

“Kemungkinan ada kebocoran pipa, kotoran dalam jaringan, atau pipa yang sudah tua. Faktor-faktor ini yang merusak kualitas air sebelum sampai ke kran warga. Jadi perlu diperiksa secara mendalam penyebab air keruh di rumah warga,” jelasnya.

Menurut Fauzi Komisi II meminta PTMB segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jalur distribusi di Kota Minyak. Fauzi mendesak adanya langkah peremajaan pipa secara bertahap pada titik-titik rawan. Ia tidak ingin investasi besar di sektor produksi menjadi sia-sia hanya karena jaringan pipa yang keropos.

“Kami minta PTMB tingkatkan respons terhadap laporan warga. Tim teknis harus bergerak cepat saat ada keluhan mengenai air keruh di wilayah tertentu. Lakukan pembersihan pipa secara berkala jika perlu,” tambahnya. (man)