BPBD Ajak Swasta Bantu Korban Bencana

Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mendorong sektor swasta memperkuat peran bantuan kemanusiaan pada tahun 2026. Ajakan ini muncul karena pemerintah setempat masih mengalami kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada alokasi penanganan bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan, Bambang Subagya mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak agar perlindungan terhadap warga tetap optimal. Karena Balikpapan memiliki wilayah rawan banjir, tanah longsor dan kebakaran pemukiman sehingga kebutuhan bantuan selalu relevan.

“Saya mengajak sektor swasta untuk berlomba-lomba membantu masyarakat terdampak bencana. Pemerintah memiliki keterbatasan anggaran, dan kami tidak bisa bekerja sendirian,” ujarnya, Sabtu (22/11).

Bambang menjelaskan BPBD tetap berkomitmen menjaga kapasitas layanan darurat. Namun efisiensi anggaran 2026 membuat prioritas program harus lebih selektif. Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah membangun kemitraan strategis dengan sektor swasta. Di mana mereka harus turut terlibat aktif dalam kesiapsiagaan bencana.

“Kami tetap menjalankan tugas perlindungan masyarakat tapi kami perlu dukungan konkrit. Dunia usaha memiliki sumber daya yang bisa mempercepat respons dan meningkatkan kesiapsiagaan,” jelasnya.

Menurut Bambang, bentuk kontribusi swasta dapat berupa penyediaan logistik darurat, bantuan peralatan, dukungan transportasi hingga partisipasi dalam program edukasi kebencanaan. BPBD melihat peluang besar bagi perusahaan untuk menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara lebih terarah.

“Bantuan tidak harus selalu dalam bentuk dana. Peralatan evakuasi, paket logistik dan bahkan tenaga relawan perusahaan sangat membantu percepatan penanganan,” tuturnya lagi.

Bambang juga memastikan pihak BPBD membuka mekanisme kerja sama yang transparan dan terukur. Hal itu agar perusahaan merasa nyaman dalam menyalurkan dukungan. Selain menyasar sektor swasta, BPBD juga mengimbau masyarakat tetap memperkuat kesiapsiagaan.

“Ketahanan bencana harus dibangun secara kolektif. Kami terus mengedukasi warga agar tetap siap menghadapi potensi bencana. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergerak bersama,” lanjutnya.

Bambang menambahkan upaya menghadapi ancaman bencana tidak boleh melemah meski pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Ia menilai tahun 2026 dapat menjadi momentum memperluas kolaborasi kemanusiaan di Kota Balikpapan.

“Kami mengajak semua pihak melihat penanganan bencana sebagai tanggung jawab bersama. Jika sektor swasta terlibat aktif, Balikpapan akan memiliki ketahanan bencana yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutupnya. (man)