BPPDRD Sampaikan Realisasi Pajak Triwulan I
Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan terus memantau pergerakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada awal tahun 2026. Otoritas pajak daerah ini mengakui bahwa capaian triwulan pertama masih memerlukan kerja keras ekstra. Sejumlah faktor eksternal dan teknis menjadi tantangan utama dalam memaksimalkan penyerapan pajak saat ini.
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham Mustari, membedah capaian kinerja jajarannya secara transparan. Ia menyebut dinamika ekonomi global dan lokal memberikan pengaruh langsung terhadap ritme pembayaran pajak. Selain itu, proses distribusi surat pemberitahuan pajak di tingkat masyarakat masih terus berjalan secara masif.
“Kami mengakui realisasi pajak daerah pada triwulan pertama ini memang belum maksimal. Berbagai faktor mulai dari kondisi ekonomi hingga teknis distribusi di lapangan sangat memengaruhi angka capaian,” ujarnya, Senin (13/04).
Meskipun menghadapi tantangan, BPPDRD mencatat tren positif pada sektor-sektor unggulan. Industri jasa dan pariwisata di Kota Beriman menunjukkan resiliensi yang cukup kuat. Aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, hotel, dan area publik tetap memberikan kontribusi signifikan bagi kas daerah.
Idham memaparkan posisi realisasi pajak saat ini masih berada pada angka moderat. Tim BPPDRD terus melakukan akselerasi penagihan untuk mengejar target besar yang telah ditetapkan pemerintah kota. Optimisme tetap terjaga seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis di Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.
“Presentasi pajak daerah sampai saat ini baru sekitar 18 sampai 20 persen dari target Rp 1,3 triliun. Namun, beberapa sektor seperti pajak restoran, hotel, dan parkir, realisasinya masih on the track,” jelasnya.
Menurut Idham BPPDRD kini fokus mempercepat distribusi dokumen perpajakan ke seluruh wajib pajak di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Langkah ini bertujuan agar masyarakat segera mengetahui kewajiban mereka lebih awal. Kecepatan distribusi data menjadi kunci untuk menghindari penumpukan pembayaran di akhir tahun.
“Kami memacu semua lini agar realisasi pajak segera naik secara signifikan. Sektor jasa yang stabil menjadi modal berharga bagi kami untuk mengejar sisa target tahun ini,” tambahnya lagi. (man)
