BPPT Hadirkan Nila Varietas Unggul Untuk Efisiensi Pakan

Pontianak (Kalbar)- Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT menghadirkan Ikan Nila unggul GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia) untuk meningkatkan produktivitas dan pemenuhan ketersediaan pangan protein hewani.

Saat acara Diseminasi Teknologi Budidaya Ikan Nila dan Lele di Kota Pontianak (4/12), Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto mengatakan BPPT telah berhasil membuktikan ikan nila GESIT atau benih ikan nilamonoseks jantan dan ikan Nila SALINA untuk meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan tambak di Indonesia.

“Ikan nila Salina merupakan jenis ikan nila yang dapat tumbuh baik pada lingkungan perairan bersalinitas tinggi antara 20 – 25 ppt. Pembesaran Ikan nila unggul didukung dengan pemberian pakan yang mengandung suplemen pakan protein rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan,” terangnya.

Dalam pelatihan ini, Arief menguraikan bahwa pemberian vaksin DNA Streptococcus iniae melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate).

Adapun metode budidaya ikan nila unggul dan lele tambahnya, menggunakan sistem bioflok memiliki kelebihan sedikit atau tidak ganti air, cocok untuk lahan sempit, kualitas air budidaya lebih baik dan nilai FCR (feed convertion ratio) rendah.

“Pengembangan ikan Nila dan Lele bertujuan untuk mendorong akselerasi peningkatan produksi perikanan terutama dalam penyediaan pangan protein, produk ekspor, peningkatan ekonomi dan lapangan kerja,” tutupnya. (bppt.go.ig/zak)