DLH Targetkan Uji Emisi 2.000 Kendaraan
Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mulai mempersiapkan pelaksanaan Uji Emisi Kendaraan untuk tahun 2025. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Balikpapan, Irma Nurmayanti, memimpin langsung rapat koordinasi persiapan kegiatan tersebut.
Rapat berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait, di antaranya perwakilan dari Polresta Balikpapan, Dinas Perhubungan, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), pemilik lokasi kegiatan dan sejumlah pejabat DLH Kota Balikpapan.
Irma menjelaskan pihaknya menargetkan pengujian terhadap 2000 kendaraan dalam kegiatan yang akan digelar pada 14 hingga 17 Juli 2025. “Kami telah menetapkan empat lokasi pelaksanaan uji emisi. Yaitu di Area UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor/KIR, Area Parkir UPT Asrama Haji, Area Parkir Banua Patra, dan Area Parkir Kantor TELKOM,” ujarnya, Jumat (23/05).
DLH Kota Balikpapan, lanjut Irma, memilih lokasi tersebut dengan mempertimbangkan aksesibilitas, kapasitas area parkir serta kelayakan teknis untuk mendukung kelancaran proses uji emisi. Dirinya menyebut seluruh pihak yang hadir dalam rapat menyatakan dukungannya dan berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyampaikan uji emisi kendaraan bermotor merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas udara di kota ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Uji emisi bertujuan untuk menilai seberapa besar emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan. Kami ingin memastikan bahwa kendaraan di Balikpapan memenuhi standar emisi yang telah ditetapkan. Ini penting untuk menjaga kualitas udara tetap bersih dan sehat,” jelasnya.
Menurut Sudirman program ini akan memberikan dampak positif secara langsung terhadap kesehatan masyarakat. Di mana DLH bersama instansi terkait akan menyosialisasikan kegiatan ini secara masif kepada masyarakat melalui berbagai media. Mereka juga akan menyediakan tenaga teknis bersertifikat dan peralatan standar untuk menjamin hasil pengujian yang akurat dan transparan.
“Kendaraan yang tidak lolos uji emisi cenderung mengeluarkan polutan berbahaya. Dengan mengurangi jumlah kendaraan seperti itu di jalan, kita bisa menekan potensi gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia,” tambahnya. (man)
