DP3AKB Buat Skala Prioritas RRA
Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menetapkan rumah ibadah sebagai target utama pembangunan Ruang Ramah Anak (RRA) pada tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perluasan program ke lingkungan sosial yang lebih beragam dan dekat dengan masyarakat.
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prinsi, menjelaskan pihaknya terus menyusun skala prioritas pembangunan RRA setiap tahun agar program berjalan terarah dan merata. Untuk RRA di rumah ibadah, ia menilai kehadirannya tidak hanya menyediakan ruang bermain edukatif. Tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang ramah anak dalam setiap aktivitas keagamaan.
“Kami sudah berhasil membangun satu unit RRA di lingkungan masjid. Tahun depan, kami targetkan pembangunan ruang serupa di gereja Protestan yang terletak di depan Polda. Selain itu, kami sedang menjajaki kemungkinan untuk membangun di rumah ibadah umat Hindu, Buddha, dan Katolik,” ujarnya, Rabu (06/08).
Heria menilai, pendekatan berbasis komunitas keagamaan mampu memperluas jangkauan program ramah anak. Sekaligus memperkuat peran rumah ibadah dalam mendidik anak-anak secara spiritual dan sosial. “Lingkungan rumah ibadah sering kali menjadi pusat aktivitas keluarga. Maka, kami melihat potensi besar untuk menghadirkan fasilitas yang mendukung tumbuh kembang anak di sana,” lanjutnya.
Saat ini, menurut Heria, Pemkot Balikpapan telah memiliki tiga RRA yang dikelola langsung, yakni di kawasan Puspoyudo, Islamic Center, dan Bengkuring Open Space (Bengopay). Selain fasilitas yang dibangun oleh pemerintah, sejumlah RRA juga berdiri berkat kontribusi sektor swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami tidak hanya mengandalkan anggaran APBD. Kami juga terus menjalin kemitraan dengan dunia usaha agar pembangunan RRA bisa lebih cepat dan menyebar luas,” tuturnya lagi.
Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, tambah Heria, DP3AKB tetap mendorong pembangunan ruang ramah anak yang sesuai dengan standar nasional. Ia memastikan setiap unit harus memenuhi aspek keamanan, kenyamanan dan edukasi. Ke depan, DP3AKB berharap seluruh kecamatan di Balikpapan memiliki minimal satu RRA yang aktif dan terintegrasi dengan aktivitas sosial warga.
“Fasilitas yang kami bangun harus berkualitas. Kami tidak ingin sekadar menyediakan ruang bermain, tetapi menciptakan tempat yang benar-benar mendukung anak-anak belajar sambil bermain dalam lingkungan yang aman,” tambahnya. (man)
