Hetifah: Guru Adalah Arsitek Peradaban Bangsa

Penajam – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, kembali menginisiasi kegiatan penguatan kapasitas bagi para kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan bertajuk “Guru sebagai Teladan: Membangun Karakter Siswa yang Berintegritas” tersebut digelar pada Sabtu (25/10) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Acara ini terselenggara melalui kerja sama antara Komisi X DPR RI dan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, serta Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI).

Turut hadir mendampingi Hetifah, yakni Ferry Maulana Putra (Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ditjen GTK dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen RI), Wiwik Setyawati (Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Timur), Winarno (Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Wilayah 1), Durajat (Kabid PAUD Disdikpora PPU), serta dua narasumber, Itje Chodidjah dan Mashan Wildaniyati (Direktur Pendidikan Sekolah Bintang Bangsa Balikpapan).

Dalam sambutannya, Hetifah menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan moral dan pembentuk karakter bangsa.

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi arsitek karakter dan peradaban bangsa. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas dan integritas guru. Di era perubahan yang cepat ini, guru harus mampu menguasai ilmu sekaligus menjadi teladan dalam nilai dan etika kehidupan,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Timur itu juga menambahkan bahwa guru profesional dituntut untuk menguasai empat kompetensi utama: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

“Guru profesional bukan hanya yang pandai mengajar, tetapi juga yang terus belajar. Guru adalah cermin nilai dan moral bangsa. Keteladanan guru lebih membekas daripada seribu nasihat,” tambah Hetifah.

Sementara itu, Durajat, Kabid PAUD Disdikpora PPU, mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi wadah penting bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi.

“Pertemuan ini menjadi wujud nyata adanya ruang bagi para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah pusat, Ferry Maulana Putra menegaskan bahwa profesi guru merupakan panggilan hati yang berperan besar dalam menentukan masa depan bangsa.

“Melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kemendikdasmen berupaya memastikan setiap guru memiliki komitmen dan integritas tinggi, menjadi teladan sejati dalam mewujudkan semboyan Ing Ngarso Sung Tulodho,” tandasnya.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya membangun budaya sekolah yang menumbuhkan karakter siswa melalui keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif. Guru, dalam konteks ini, berperan sebagai desainer perubahan perilaku — sosok yang mampu menata tindakan, tutur kata, dan interaksi untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat dan berkarakter.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Komisi X DPR RI bersama Kemendikdasmen RI untuk terus memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.

“Masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan para guru. Ketika guru berintegritas, bangsa akan berkarakter,” tutup Hetifah.
(Man)