P3A Kutim Serukan Program 1 Desa 1 Pojok Baca

angatta, Kanalkaltim.com – Menumbuhkan minat baca pada anak saat ini diakuinya sangatlah susah. Apalagi dengan adanya telepon genggam pintar atau smart phone, rata-rata sejak usia dini anak sudah dikenalkan dan dibiarkan dengan bebas mengakses telepon genggam tersebut. Otomatis, anak akan lebih tertarik dan asyik memainkan permainan pada telepon genggam dari pada membaca buku-buku cerita anak. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kutai Timur, dokter Aisyah saat sesi dialog dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) Pemkab Kutim, 11-12 Maret 2020 di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Kutim di Bukit Pelangi Sangatta.

“Dalam kriteria program Kabupaten Layak Anak (KLA) dan mendukung terwujudnya Desa Layak Anak (DLA), maka pada satu desa minimal memiliki satu perpustakaan desa atau pojok baca. Tidak perlu bangunan permanen, tetapi bisa memanfaatkan rumah-rumah warga,” ujar Aisyah.

Lanjutnya, dengan adanya telepon genggam, maka anak lebih tertarik untuk memainkan permainan di dalam aplikasi telepon genggam sebagai ajang hiburan mereka, dari pada membaca buku-buku cerita anak dan pengetahuan lainnya. Ini tentu menyebabkan minat baca anak menjadi semakin menurun.

“Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab serius dari setiap Camat dan Kepala Desa (Kades), untuk bisa menghadirkan minimal sebuah pojok baca pada setiap desa demi mendukung program Desa Layak Anak (DLA) serta Kabupaten Layak Anak (KLA). Sebab melalui membaca, maka saraf motorik pada otak anak akan terangsang dan terasah. Selain itu, pengetahuan dan kecerdasan anak akan semakin bertambah melalui kebiasaan membaca,” terangnya. (ibn/ Adv-Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *