Kebakaran Hanguskan 3 Tempat Tinggal dan 2 Ruko di Sangatta, Diduga Akibat Konsleting Listrik
Sangatta (Kutim) – Konsleting listrik diduga menjadi penyebab kebakaran, Minggu (5/4), pukul 05.30 WITA di Jalan Yos Sudarso I RT 47 Desa Sangatta Utara. Akibat musibah kebakaran ini, sebanyak 3 tempat tinggal dan dua ruko hangus terbakar. Sementara sebuah bangunan ruko lantai dua milik Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutai Timur, Zainuddin Aspan ikut terdampak akibat diamuk api.
Ranti (50), salah satu korban kebakaran mengaku mengetahui peristiwa kebakaran setelah dirinya yang usai menjalankan sholat subuh melihat ada kilatan terang dari salah satu kontrakan yang terletak di belakang tempat tinggalnya. Bahkan tidak lama langsung terdengar suara ledakan keras dari arah rumah kontrakan yang diketahui tanpa penghuni tersebut, disertai kobaran api. Sontak, ia langsung membangunkan kedua anaknya yang masih tertidur pulas, untuk segera membereskan dokumen sekolah dan pendaftaran masuk perguruan tinggi. Sementara semua harta benda, termasuk pakaian mereka hangus terbakar.
“Jam 04.30 WITA saat saya mau sholat subuh, belum ada apa-apa. Namun sekitar pukul 05.30 WITA waktu saat saya ke dapur, saya lihat seperti ada kilatan cahaya dari arah rumah kosong di belakang rumah saya tersebut dan tidak lama langsung ada suara ledakan dari arah sana, api langsung membesar. Saya bangunkan anak-anak saya untuk bergegas membereskan dokumen sekolah anak saya yang SMP dan berkas pendaftaran masuk perguruan tinggi anak saya yang SMK. Cuma itu yang bisa diselamatkan, sisanya habis semua termasuk pakaian dan uang,” tuturnya.
Lanjutnya, saat ini dirinya hanya berharap pemerintah Kutim bisa membantu untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi keluarganya, serta memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, terutama sembako. Pasalnya, Ranti yang setiap harinya berdagang gado-gado di rumahnya itu, kini otomatis tidak bisa berjualan.
“Saya hanya berharap pemerintah bisa membantu menyediakan tempat tinggal sementara buat kami, paling tidak terpal untuk sementara bernaung. Selain itu tolong juga dibantu untuk kebutuhan sembako kami sehari-hari. Karena semua terbakar, jadi tidak bisa jualan gado-gado lagi. Modal juga sudah tidak ada,” ucapnya sambil berlinang air mata.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ismunandar saat berkesempatan meninjau lokasi kebakaran menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada semua korban kebakaran. Dirinya berjanji jika Pemkab Kutim akan memberikan santunan kepada para korban kebakaran, sebagaimana mekanisme yang diatur melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim.
“Insyaa Allah, Pemkab Kutim juga akan membantu memberikan santunan, setelah nanti ada pendataan dari Dinsos Kutim. Saya pribadi ikut prihatin dan berduka atas musibah yang menimpa para korban kebakaran,” ujar Ismu usai menyaksikan penyerahan bantuan dari salah satu organisasi kemanusiaan di Sangatta.
Ditambahkan Ismu, dirinya juga mengingatkan agar semua masyarakat bisa memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Terutama bagi bangunan yang usianya sudah tua, bisa melakukan peremajaan instalasi listrik, sebab kerap menjadi penyebab utama musibah kebakaran.
“Tolong juga diperhatikan kondisi instalasi listik rumah. Jika sekiranya diketahui merupakan bangunan lama atau berumur tua, segera dilakukan peremajaan jaringan. Karena memang kebanyakan musibah kebakaran di tempat kita ini disebabkan konsleting listrik akibat instalasi listrik yang sudah tidak layak lagi,” himbaunya. (Adv/ibn)
