Momentum Hari Pahlawan, Dinsos Salurkan Bansos

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, lansia terlantar dan perempuan rawan sosial ekonomi. Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meneguhkan semangat kepahlawanan di Hari Pahlawan.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan. Ia mengingatkan Hari Pahlawan bukan hanya tentang mengenang jasa para pejuang tapi juga tentang melanjutkan semangat mereka dalam membangun kehidupan sosial yang berkeadilan.

“Bantuan ini kami salurkan bertepatan dengan Hari Pahlawan sebagai bentuk pengamalan nilai kepahlawanan dalam konteks sosial. Pemerintah berupaya hadir bagi mereka yang membutuhkan agar tetap memiliki daya hidup dan kemandirian,” ujarnya, Senin (10/11).

Edy menjelaskan, bantuan bagi penyandang disabilitas berat diberikan kepada 265 orang penerima, masing-masing menerima Rp 1.500.000. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 397.500.000. Sementara itu, bantuan tunai bagi 47 lansia terlantar senilai Rp 1.000.000 per orangdisalurkan kepada warga yang masuk dalam kategori kesejahteraan sosial.

Tidak hanya bantuan tunai, Pemkot juga menyalurkan bantuan fasilitasi pengembangan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 30 perempuan rawan sosial ekonomi. Masing-masing penerima memperoleh sembilan item peralatan usaha. Seperti kompor gas, oven kue, wajan, baskom, panci, pisau dapur, timbangan, termos dan spatula.

Edy menginginkan, bantuan tersebut mampu membantu penerima membangun usaha kecil di rumah. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial reguler. Termasuk memperkuat semangat kemandirian di kalangan masyarakat ekonomi bawah.

“Kami ingin penerima bantuan tidak hanya bertahan tapi juga berkembang. Bantuan peralatan usaha ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk mandiri dan produktif. Pemerintah akan terus melakukan pendampingan agar hasilnya berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Edy, Pemkot Balikpapan berkomitmen menjaga prinsip keberlanjutan dalam program sosial. Artinya, bantuan tidak berhenti pada penyaluran saja. Namun juga diikuti dengan monitoring dan pembinaan agar penerima benar-benar memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.

“Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani berjuang keluar dari keterbatasan. Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan semangat itu di tengah masyarakat,” tambahnya. (ibn)