PDAM Kirim Truk Tangki Ke Gunung Bugis
Balikpapan – Kesulitan air di kawasan Gunung Bugis Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat mendapat respon cepat dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan. Terdapat 5 RT yang mengalami dampak gangguan distribusi air PDAM ini. Yaitu warga di RT 42, RT 46, RT 11, RT 12 dan RT 20.
Menyikapi hal ini, Direktur Umum PDAM Balikpapan, Noor Hidayah mengatakan pihaknya langsung mengirimkan truk tangki untuk membantu kebutuhan air bersih warga. Mengingat PDAM hingga kini masih memiliki kendala teknis dalam mendistribusikan air ke pelanggan yang berada di kawasan perbukitan. Dimana warga Gunung Bugis termasuk berdomisili di kategori tersebut.
“Kami paham betul warga perlu air bersih. Makanya kami kawal langsung droping air ke Kecamatan Balikpapan Barat. Informasinya ada penurunkan produksi IPAM kilo 8. Ditambah lagi debit distribusi air di Gunung Bugis cukup sulit karena lokasinya tinggi,” ujarnya.
Masyarakat yang di daerah tinggi, diakui wanita yang akrab disapa Nunu ini, sudah sering tidak kebagian pasokan air. Untuk itu mereka diharapkan berkoordinasi dengan pihak PDAM melalui RT, lurah atau camat yang nanti diteruskan ke PDAM. Makanya kali ini, PDAM menurunkan 8 truk tangki berisi air sebagai bantuan kepada warga yang kesulitan air bersih.
“Ini karena topografi wilayah di Balikpapan berbukit-bukit dan debitnya juga menurun. Jadi untuk mendorong tekanan air ke atas sulit. Sehingga, warga banyak yang mati air dan itu menyusahkan. Tentu, saya minta maaf karena adanya kendala teknis ini,” tuturnya lagi.
Menurut Nunu, bagian teknik PDAM terus melakukan analisa terkait kondisi ini. Sehingga di masa mendatang dapat ditemukan solusi untuk meningkatkan kapasitas produksi air di wilayah Balikpapan Barat khususnya di daerah tinggi. Seperti kajian pembangunan reservoir yang diharapkan membantu masyarakat yang ada di daerah tinggi.
“Kami terus upayakan ada solusi. Mungkin diperlukan lagi penambahan sumur dalam agar debit airnya dapat mencapai sesuai kapasitas reservoir yang didesain itu. Kalau yang daerah rendah tak masalah. Seperti Kelurahan Margomulyo dan sekitarnya. Itu 24 jam normal,” tambahnya. (udi)
