PDAM Komitmen Jaga Pipa Distribusi
Balikpapan – Sebagai perusahaan yang menjadi pengolah dan pendistribusi air, Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung menghadapi berbagai hambatan. Tidak saja dari sisi ketersediaan air baku dan distribusi ke pelanggan. Namun juga kehandalan pipa induk yang menjadi jalur distribusi air PDAM hingga ke pelanggan.
Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Balikpapan, Abdul Ramli mengatakan pihaknya perlu menjaga keamanan jalur distribusi termasuk pengecekan secara berkala terhadap jaringan pipa. Sebab jalur pipa merupakan aset berharga PDAM dalam mendstribusikan air ke pelanggan.
“Masalahnya pipa kita usianya tua dan posisinya sekarang di tengah jalan. Akibatnya pipa sering patah dan bocor karena tekanan dari kendaraan yang lewat di atasnya,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Ramli, pemecahan masalah terkait pipa air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Tapi perlu kerjasama semua stakeholder. Karena peremajaan pipa distribusi membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sementara PDAM sebagai operator belum memiliki cukup anggaran.
“Perkiraan sekitar Rp 400 miliar. Kita juga paham ada banyak keperluan pembangunan lainnya di kota ini. Seperti sumber air baku dan kelancaran ditribusi ke wilayah berbukit. Ini menjadi tantangan kita,” tuturnya lagi.
Harapan kita, menurut Ramli, ada tambahan pasokan air baku dari waduk Sepaku yang sedang dibangun pemerintah pusat. Dimana waduk tersebut menjadi sumber air baku bagi kawasan Ibukota Negara (IKN) yang berpindah ke kawasan Kabupaten PPU dan Kukar.
“Memang sih ada wacana dari provinsi dan dari pusat, kedepan Balikpapan akan dapat bagian dari Sepaku Semoi, 1.000 liter dapat sudah bagus. Tinggal kita siapkan instalasinya,” pungkasnya. (ana)
