Pemerintah Minta Warga Bangun Kebersamaan
Balikpapan – Hidup di kota kerap membuat warga sibuk dengan urusannya sendiri hingga lupa mengenal tetangga. Padahal, kebiasaan sederhana itu berperan penting dalam menjaga keamanan sosial.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menegaskan bahwa kebersamaan antarwarga menjadi benteng pertama dalam mencegah potensi konflik. Ia menilai masyarakat kota tidak cukup hanya saling menyapa tetapi perlu membangun ikatan sosial yang nyata.
“Ketika warga saling mengenal, potensi masalah bisa terdeteksi lebih dini. Ruang untuk konflik tersembunyi juga semakin kecil,” ujarnya, Ahad (21/09).
Sutadi menjelaskan, kerenggangan sosial muncul karena minimnya interaksi. Kesibukan membuat warga lebih fokus pada urusan pribadi, sehingga lingkungan tempat tinggal hanya dijadikan tempat singgah. Kondisi ini jelas bisa berbahaya bagi kohesi sosial.
“Kalau warga tidak merasa terikat, maka solidaritas tidak terbentuk. Yang ada justru jarak sosial,” ucapnya.
Sutadi menekankan pentingnya wadah kebersamaan. Forum warga, PKK, karang taruna, hingga kegiatan sosial sederhana dapat menjadi cara efektif mempererat hubungan. Melalui wadah itu, interaksi tidak hanya sebatas basa-basi, tetapi juga menghasilkan kerja nyata. Dirinya juga menyoroti peran PKK yang selama ini konsisten menggerakkan kegiatan berbasis keluarga.
“Karang taruna misalnya, bisa menggalang kegiatan olahraga, kerja bakti, atau diskusi ringan. Dari sana tumbuh rasa peduli antar warga. PKK terbukti bisa menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan banyak keluarga. Ini harus terus diperkuat,” lanjutnya.
Kesbangpol, lanjut Sutadi, menilai konflik sosial di kota besar sering berawal dari hal kecil yang tidak tertangani. Perselisihan antar warga bisa melebar jika tidak ada komunikasi yang sehat. Karena itu, penguatan interaksi di tingkat lingkungan menjadi kunci. Ia mengingatkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara masyarakat dan lembaga lokal harus berjalan seimbang.
“Kalau warga sudah terbiasa berdialog, perbedaan pandangan tidak akan mudah memicu konflik. Justru perbedaan bisa jadi kekuatan. Pemerintah hanya memfasilitasi. Yang membangun kebersamaan tetap warga itu sendiri,” tuturnya lagi.
Di akhir penjelasannya, Sutadi mengajak seluruh warga Balikpapan menjadikan lingkungan sebagai ruang tumbuh solidaritas. Menurutnya, kota ini akan lebih aman dan nyaman jika setiap warga aktif merawat kebersamaan.
“Balikpapan dikenal sebagai kota yang heterogen. Justru karena itulah kita harus perkuat kebersamaan. Mari jadikan kebiasaan mengenal tetangga sebagai budaya kota,” pungkasnya. (man)
