Pemkot Ajak Warga Berpedoman Pancasila
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2025 dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan kebangsaan. Momentum 1 Oktober menjadi pengingat penting bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga kekuatan moral yang mampu menyatukan bangsa di tengah perbedaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi mengatakan nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat. Ia mengingatkan tantangan bangsa saat ini bukan lagi perang fisik. Tetapi pergeseran nilai akibat arus globalisasi, disinformasi digital, dan menurunnya rasa kebersamaan di kalangan generasi muda.
“Pancasila bukan sekadar simbol yang dihafalkan, tetapi pedoman hidup yang harus diamalkan setiap hari. Jika kita menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir dan bertindak, maka tidak ada ruang bagi perpecahan,” ujarnya, Selasa (30/09).
Sutadi menginginkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momen refleksi bersama untuk memperkuat jati diri bangsa. Mulai dari nilai gotong royong, keadilan sosial, dan semangat persaudaraan yang perlu dihidupkan kembali di tengah masyarakat.
“Perbedaan suku, agama, dan budaya justru menjadi kekayaan bangsa. Pancasila mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan itu dan menjadikannya kekuatan, bukan sumber konflik,” jelasnya.
Kesbangpol Balikpapan, lanjut Sutadi, juga berkomitmen memperluas edukasi kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, dialog kebangsaan, dan lomba bertema Pancasila, pemerintah berupaya menanamkan rasa cinta tanah air secara lebih kontekstual dan menarik.
Sutadi menilai generasi muda berperan penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila. Ia berharap para pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa di dunia nyata maupun di ruang digital.
“Anak muda adalah ujung tombak masa depan bangsa. Mereka harus menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian. Pancasila bisa menjadi panduan mereka dalam berinteraksi, baik di dunia maya maupun di lingkungan sosial,” tuturnya.
Selain itu, menurut Sutadi, Kesbangpol mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan ini bukan hanya seremonial. Namun juga menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan yang mempertahankan ideologi negara dari berbagai ancaman.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa. Mari kita rawat Pancasila dengan tindakan nyata dengan bekerja jujur, menghargai sesama, dan membangun kebersamaan,” tambahnya. (man)
