Pemkot Balikpapan Siapkan Lelang Pembangunan SMPN 29 untuk Atasi Kebutuhan Sekolah di Balikpapan Utara

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah mempersiapkan proses lelang pembangunan SMP Negeri 29 yang akan dibangun di kawasan Grand City, Balikpapan Utara. Kehadiran sekolah baru ini diproyeksikan untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah menuntaskan berbagai tahapan persiapan sebelum proses lelang resmi diumumkan. Sejumlah koordinasi lintas instansi telah dilakukan guna memastikan proyek pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Menurut Irfan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, pihak pengembang kawasan Grand City, hingga pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pendukung pembangunan sudah siap.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan lahan yang sering menjadi kendala dalam pembangunan fasilitas publik kini sudah tuntas. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan SMPN 29 telah memiliki kejelasan status kepemilikan dan telah resmi menjadi aset Pemerintah Kota Balikpapan.
“Lahan tersebut merupakan bagian dari prasarana, sarana, dan utilitas yang sebelumnya diserahkan oleh pihak pengembang kepada pemerintah kota. Jadi saat ini statusnya sudah jelas dan menjadi aset daerah,” jelas Irfan, Senin (2/3/2026).
Saat ini, Disdikbud Balikpapan tengah memfokuskan penyelesaian dokumen administrasi sebagai syarat pelaksanaan lelang proyek fisik. Setelah seluruh proses administratif rampung, tahapan lelang akan segera dibuka kepada pihak penyedia jasa konstruksi.
Anggaran pembangunan SMPN 29 sendiri telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp20 miliar.
Sekolah baru tersebut nantinya dirancang memiliki kapasitas 20 rombongan belajar (rombel). Selain gedung ruang kelas, fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar juga akan disiapkan guna menunjang proses pendidikan yang lebih optimal bagi para siswa.
Pembangunan sekolah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Balikpapan Utara yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan jumlah penduduk dan kawasan permukiman cukup pesat.
Tidak hanya membangun sekolah tingkat menengah pertama, pemerintah kota juga merencanakan pembangunan taman kanak-kanak (TK) di kawasan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk melengkapi fasilitas pendidikan sejak usia dini di wilayah tersebut.
Dari sisi akses, lokasi sekolah dinilai cukup strategis karena dapat dijangkau melalui beberapa jalur utama, seperti dari kawasan Kilometer 7, area Grand City, hingga dari Perumahan Bumi Nirwana.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis pembangunan SMP Negeri 29 dapat segera dimulai. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan serta memberikan solusi atas kebutuhan sekolah negeri bagi masyarakat di Balikpapan Utara.
.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).