Pemkot Dorong Peningkatan Kinerja Nakes

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat budaya kerja profesional, transparan dan kolaboratif di seluruh lini pemerintahan. Salah satunya di sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian penting dari transformasi kesehatan menuju pelayanan publik yang lebih berkualitas dan berkeadilan.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan keberhasilan sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan anggaran. Namun juga oleh komitmen seluruh elemen yang terlibat di dalamnya. Ia menilai tenaga medis, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat dan media memiliki peran besar dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.

“Transformasi kesehatan tidak akan berhasil tanpa budaya kerja yang profesional dan kolaboratif. Semua pihak harus bekerja dengan dedikasi, transparansi, dan semangat melayani,” ujarnya di Balai Kota Balikpapan, Rabu (12/11).

Menurut Rahmad, sektor kesehatan menjadi ujung tombak pelayanan publik karena berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dirinya meminta seluruh tenaga kesehatan di Balikpapan untuk terus melakukan perbaikan. Mulai dari mutu layanan, etika kerja hingga perluasan jangkauan pelayanan ke tingkat kelurahan.

“Kami ingin setiap warga Balikpapan merasakan pelayanan kesehatan yang manusiawi, cepat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di situ pentingnya sinergi di semua lini. Agar layanan publik bisa berjalan maksimal,” katanya.

Rahmad juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan layanan kesehatan. Termasuk dalam hal distribusi anggaran, pengadaan alat medis dan pelaporan program. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi dasar untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

“Transparansi adalah bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai pelayan publik. Masyarakat berhak tahu bagaimana program kesehatan dijalankan dan apa hasilnya. Jadi kita perlu masukan dari warga selaku pengguna layanan,” jelasnya.

Rahmad menambahkan, Pemkot Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Terutama untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena transformasi kesehatan bukan sekadar perubahan sistem. Tetapi perubahan mentalitas kerja dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Kesehatan adalah hak dasar warga. Tugas kita memastikan hak itu terpenuhi dengan kerja keras, komitmen dan kejujuran. Kan anggaran penyediaan fasilitas kesehatan bersumber dari uang rakyat juga,” pungkasnya. (man)