Pemkot Komitmen Permudah Layanan Perizinan

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sistem pelayanan perizinan sebagai strategi utama meningkatkan daya tarik investasi daerah. Seluruh proses perizinan kini diarahkan agar berjalan lebih cepat, efisien dan sesuai standar nasional. Pemerintah menilai perbaikan layanan ini penting untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Terutama di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan penyederhanaan dan percepatan layanan perizinan menjadi fondasi utama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Ia menyatakan investor membutuhkan kepastian, kecepatan dan transparansi ketika memulai kegiatan usaha.

“Kami memperkuat layanan perizinan agar seluruh proses dapat berjalan cepat, efisien, dan sesuai standar nasional. Kota Balikpapan harus mampu menyediakan pelayanan terbaik bagi pelaku usaha,” ujarnya, Rabu (19/11).

Menurut Muhaimin, posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang utama menuju IKN memberikan peluang besar untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika pemerintah daerah mampu menyediakan layanan publik yang modern dan berorientasi pada kepastian hukum.

“Kami tidak ingin Balikpapan hanya menjadi kota penyangga. Kami ingin kota ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui layanan perizinan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha,” jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Muhaimin, Pemkot Balikpapan memperkuat sistem perizinan digital melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Masyarakat dan pelaku usaha kini dapat mengurus berbagai izin secara daring. Mulai dari pendaftaran hingga pemantauan status izin. Upaya tersebut, tuturnya, membuktikan komitmen pemerintah dalam menciptakan proses perizinan yang lebih singkat namun tetap akuntabel.

“Kami mempercepat layanan tanpa mengurangi kualitas dan ketelitian. Prinsip kami jelas: cepat, tepat dan efisien. Itu yang bisa menjadi daya tarik bagi investor menanamkan modalnya kesini,” tuturnya lagi.

Muhaimin menyebut pelaku usaha yang mendapatkan layanan efisien cenderung menanamkan modal lebih besar. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah mendukung reformasi layanan yang dikelola DPMPTSP. Pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar petugas mampu memberikan pelayanan lebih profesional.

“Kami harus membuktikan Balikpapan siap menjadi etalase investasi Kalimantan Timur. Pelayanan tidak boleh berbelit, karena setiap menit bagi pelaku usaha memiliki nilai ekonomi,” tambahnya. (ibn)